Rasulan Padukuhan Widoro Sebagai Sedekah Labuh Sambut Musim Hujan

oleh -
iklan dispar

PURWOSARI, (KH) — Ratusan warga Padukuhan Widoro, Desa Giripurwo, Kecamatan Purwosari mengikuti serangkain kegiatan tradisi rasulan Rabu (8/10/2014). Pelaksanaan merti dusun ini juga dimaknai sebagai sedekah labuh yang merupakan ritual Jelang musim penghujan.
Tradisi rasulan yang digelar dilengkapi bermacam kegiatan di antaranya kirab gunungan dan tumpeng, pertunjukan seni gejog lesung, thek-thek (seni tabuh kentongan), campur sari, macapatan, lalu sebagai puncak acara digelar wayang kulit, demikian disampaikan Bambang Eko selaku Ketua Panitia kegiatan.
“Pelaksanaannya merupakan wujud permohonan kepada Tuhan Yang Maha Esa agar musim tanam yang akan datang, dapat menghasilkan panen melimpah. Tanaman petani terhindar dari segala gangguan seperti hama dan sebagainya,” tambahnya.
Acara dimulai dengan prosesi kirab dengan mengarak satu gunungan utama berupa hasil bumi dan 15 tumpeng yang berasal dari 15 RT, berikut semua potensi seni budaya di wilayah setempat. Rute yang dilalui mengitari jalan kampung dan kembali lagi di balai dusun sebagai pusat kegiatan.
Setelah seluruh peserta kirab selesai berkeliling, dilaksanakan kenduri yang diikuti perangkat desa, Kepala Padukuhan, tokoh warga, dan dihadiri oleh pendamping desa budaya dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata DIY yang berdomisili di Kecamatan Panggang, Andhi Trilaksana.
Bambang mengutarakan, selama prosesi kegiatan, seluruh tokoh warga diwajibkan memakai busana jawa, bahkan ketika menyaksikan pagelaran wayang kulit malam harinya. Hal semacam ini telah dilakukan sejak dua tahun terakhir.
“Meski hanya lingkup dusun, warga sangat antusias mengikuti serangkaian kegiatan. Peserta mencapai 500-san yang terdiri dari anak-anak sampai sesepuh,” ujar Andhi Trilaksana. Ia yakin, jumlah peserta mencapai 90% dari jumlah keseluruhan warga.(Kandar/Tty)

Komentar

Komentar