Puluhan Orang Terkonfirmasi Positif COVID-19, RT 8 Dengok II, Isolasi Wilayahnya

oleh -
Karantina wilayah
Karantina salah satu wilayah RT di Kalurahan Dengok dilakukan karenan lonjakan kasus COVID-19 terjadi. (KH/ Edi Padmo)

PLAYEN, (KH),— Lonjakan kasus COVID-19 terjadi di Dengok II, Kalurahan Dengok, Kapanewon Playen, Gunungkidul. Setelah klaster pabrik tas di Padukuhan Nogosari I, Kalurahan Bandung, Kapanewon Playen, saat ini, warga RT 8, Padukuhan Dengok II, terpaksa menutup wilayahnyao Hal ini dilakukan karena tingginya kasus terkonfirmasi positif Covid yang terjadi, khususnya di wilayah RT 08.

Lonjakan signifikan ini diketahui saat Satgas COVID-19, Kapanewon Playen melakukan tracing menyusul satu warga RT 08, Padukuhan Dengok II, yang terkonfirmasi positif meninggal dunia.

Lurah Dengok, Suyanto mengatakan, pada beberapa pekan terakhir ini, total ada 24 orang warganya yang terkonfirmasi positif.

“Sebagian besar dari kasus positif yang terjadi ini berada di Padukuhan Dengok II. Setidaknya ada 9 Kepala Keluarga (KK) yang terkonfirmasi positif dari tracing warga uang meninggal terkonfirmasi positif COVID-19 pekan lalu,” terang Suyanto, Selasa (8/6/2021).

iklan upk hari jadi

Suyanto Melanjutkan, awalnya ada seorang warga dengan status terkonfirmasi COVID-19, dirawat di rumah sakit dan kemudian meninggal dunia.

“Pasien yang meninggal ini kemudian langsung dimakamkan dengan protokol kesehatan. Setelah itu Satgas COVID-19 Kapanewon Playen menggelar trecing terhadap anggota keluarganya,” lanjut Suyanto

Pada tes antigen pertama anggota keluarga pasien yang meninggal tersebut hasilnya negatif, tetapi sore harinya salah seorang anggota keluarganya tiba-tiba mengeluhkan sesak nafas dan kemudian langsung dilarikan ke rumah sakit.

Saat di rumah sakit inilah, dilakukan tes swab PCR terhadap pasien, dan hasilnya ternyata positif. Kemudian Puskesmas bekerjasama dengan pihak-pihat terkait melakukan tracing terhadap anggota keluarga lainnya serta warga masyarakat setempat yang diketahui sempat melakukan kontak erat.

“Hasilnya ada 24 warga dari 12 Kepala Keluarga (KK) terkonfirmasi positif. Mereka berasal dari Padukuhan Dengok II di mana ada 10 KK, Padukuhan Dengok I ada 1 KK, dan 1 KK di Dengok III,” lanjutnya.

Sampai saat ini, petugas masih terus melakukan tracing. Rencananya, ada 15 orang akan dilakukan swab sebab mereka sempat mengikuti tahlilan di rumah duka.

Untuk 3 KK lainnya berasal dari penularan yang tidak diketahui. Mulanya salah satu warga yang menderit penyakit TBC diantar istrinya ke Rumah Sakit, sepulang dari RS tersebut sang istri mengeluhkan batuk pilek seperti gejala COVID-19.

“Setelah dilakukan pemeriksaan, istrinya ini dinyatakan positif COVID-19,” pungkas Suyanto

Sementara itu, saat dihubungi secara terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Gunungkidul, Dewi Irawaty menambahkan, penularan hingga puluhan warga di Kalurahan Dengok ini belum bisa dikatakan sebagai klaster.

“Hingga saat ini, yang ditetapkan sebagai klaster di Kapanewon Playen, hanya penularan yang terjadi di pabrik tas di Kalurahan Bandung,” terang Dewi.

Untuk klaster pabrik tas sendiri, dari data Dinas Kesehatan Gunungkidul pada Senin (7/6/2021) kemarin, kasus terkonfirmasi positif COVOD-19 bertambah 49 orang. Setidaknya ada 6 orang sudah dinyatakan sembuh.

Lebih lanjut Dewi menghimbau, dengan melonjaknya kasus COVID-19 di Gunungkidul, diharapkan agar kedisiplinan penerpaan protokol kesehatan kembali digencarkan.

“Kita semua jangan terlena, protokol kesehatan wajib diterapkan, apalagi dalam kegiatan sosial masyarakat, COVID-19 itu nyata dan bisa menulari siapa saja,” pungkasnya. (Edi Padmo)

Berbagi artikel melalui:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Komentar

Komentar