Puas Naik Andin dan Munaroh di Pantai Gunungkidul Cukup Rp50 ribu

oleh -4289 Dilihat
oleh
Kuda
Wisata naik Bendi dan kuda di kawasan Pantai Sarangan dan Krakal. (KH/ Kandar)

GUNUGKIDUL, (KH),— Ada Andin dan Munaroh yang bisa dinaiki siapa saja hingga puas. Mereka ini tentu bukan manusia, melainkan kuda. Ada juga kuda yang bernama Uma dan Arsila. Boleh juga dinaiki. Menariknya, saat naik kuda bisa sembari menikmati keindahan pantai di Gunungkidul.

Wahana wisata naik kuda dibuka unit usaha BUMDes Kalurahan Ngestirejo belum lama ini. Selain rute mengitari kampung, kuda-kuda itu juga siap dinaiki di kawasan Pantai Krakal-Sarangan.

Ketua kelompok pengelola Jala Arta, Yahya Rivanaldo menyampaikan, ada 8 kuda yang tersedia. 7 betina dan 1 jantan.

“Ada dua pilihan wisata berkuda, yakni naik pakai Bendi dan menunggang kuda. Bisa mengitari kampung dan naik di kawasan pantai,” kata dia Sabtu, (7/1/2022).

Rute kampung melintasi pemukiman dan kawasan Ekowisata Telaga Tritis di Padukuhan Jaten. Naik Bendi bertarif Rp30 ribu, sementara menunggang kuda Rp50 ribu.

Tarif tersebut juga berlaku sama saat naik kuda di kawasan pantai. Untuk rute kawasan pantai, wisatawan diajak mengitari antara Pantai Krakal dan Sarangan.

“Kalau hari libur Sabtu-Minggu, kami bawa beberapa kuda ke pantai. Sementara sisanya masih di kandang yang berada di Padukuhan Jaten,” imbuhnya.

Wahana wisata ini masih dalam tahap perkenalan. Beberapa kali rombongan pelajar sekolah di kawasan Tanjungsari datang untuk menikmati naik kuda melintasi rute di sekitar kampung.

Kuda
Wisata berkuda ada tiap akhir pekan di Pantai Krakal dan Sarangan. (KH/ Kandar)

“Wahana ini baru dan satu-satunya di Gunungkidul. Rencana jangka panjang ke depan, selain layanan naik kuda, akan dibuat pula spot foto di kawasan kandang. Sediannya bisa untuk prewedding,” tutur Yahya.

Menaiki kuda memberi kesan baru bagi wisatawan di kawasan pantai. Layanan naik Bendi banyak disukai wisatawan golongan usia dewasa. Sementara pilihan menunggang kuda banyak diminati anak-anak muda. Bagi penunggang kuda, sensasinya dobel, selain menikmati panorama pantai, menunggang kuda juga memacu adrenalin.

Lurah Ngestirejo, Wahyu Suhendri mengatakan, wisata berkuda merupakan salah satu unit usaha BUMDes.

“Wahana wisata ini diwujudkan dari Danais 2022. Kami haturkan terimakasih kepada Bapak Gubernur DIY Sri Sultan HB X, Dispar DIY, dan semua pihak yang membantu mewujudkan program ini,” terang Wahyu.

Pihaknya berharap agar kegiatan ini masih terus mendapatkan support pengembangan sebagai lokasi edukasi dan breeding. (Kandar)

Berbagi artikel melalui:

Komentar

Komentar