Psikiater: Pelaku Foto Bugil Butuh Pendampingan Psikologis

oleh -
iklan dispar

20140517_mesum

WONOSARI, (KH) — Psikiater Rumas Sakit Umum Daerah (RSUD) Wonosari dr. Ida Rochmawaty angkat bicara terkait beredarnya foto bugil yang diduga diperankan oleh siswi salah satu sekolah di Gunungkidul.

Ida mengingatkan untuk tidak langsung menghukum pemeran foto bugil tersebut. Menurutnya, harus dilihat dengan jelas apa latar belakang pemudi tersebut, sehingga nekat mengabadikan tubuhnya yang bugil dengan kamera handphone.

“Harus dilihat dulu apa motivasi pelaku mengabadikan dirinya dengan posisi bugil. Kalau untuk koleksi pribadi, tidak bisa disalahkan secara hukum; pelaku memang perlu pendampingan psikologis,” kata Ida, Selasa (3/2/2015).

Dia berharap semua masyarakat ikut bertanggung jawab. Hal ini lanjut Ida, lantaran kendornya pola pengawasan yang dilakukan oleh orang tua; juga pendidikan anak saat berada di lingkungan masyarakat.

Sementara, Sekretaris Dinas Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Gunungkidul, Bahron Rosyid mengaku telah melakukan pengecekan beredarnya foto bugil yang informasinya telah masuk ke Disdikpora. Pihaknya membenarkan, bahwa dua pelaku foto bugil merupakan siswi salah satu sekolah di Gunungkidul.

“Pembinaan sudah kami lakukan; pihak sekolah sudah kami minta untuk melakukan pembinaan kepada siswa dan orang tua. Mereka sudah mendapat teguran keras,” ungkapnya.

Bahron menjelaskan, berdasarkan penelusuran yang dilakukan, foto tersebut tidak disebar sendiri oleh pelakunya; foto tersebut sengaja disebar oleh orang yang tidak bertanggung jawab di jejaring sosial facebook.

Kuat dugaan, foto bugil tersebut merupakan koleksi pribadi yang sengaja dipindahtangankan waktu pinjam meminjam handphone. “Sewaktu hp pelaku ini dipinjam, foto bugil yang ada langsung dishare ke FB,” keluhnya.

Bahron menghimbau kepada masyarakat untuk aktif melakukan pengawasan terhadap anak. Menurutnya, pendidikan karakter yang paling mendasar tetap pendidikan yang ditanamkan orang tua.

“Ini tanggung jawab bersama. Meski sekolah tempat pendidikan, pendidkan karakter yang diberikan orang tua sangat penting,” tegasnya.

Untuk meminimalisir agar kejadian serupa tidak terulang, Ketua PGRI Gunungkidul ini akan meminta setiap sekolah menggelar razia handphone (HP). Sekali lagi Bahron berharap, semua guru, masyarakat dan orang tua diharapkan dapat melakukan pengawasan di kawasan tempat tinggal masing-masing.

Untuk diketahui, foto bugil selfi tersebut telah menyebar di Gunungkidul. Foto ini menggambarkan seorang cewek yang sedang foto selfi, yang diabadikan dengan menggunakan tongkat narsis (tongsis). Pelaku yang diduga merupakan siswi di salah satu SMP di Gunungkidul ini, mengabadikan tubuhnya dengan menggunakan kamera handphone.  (Juju/Tty)

Komentar

Komentar