Protes Soal Tiket HeHa Ocean View: Permintaan Masuk Geratis Warga Girikarto Dikabulkan

oleh -
Heha Ocean View di kawasan pantai di Kalurahan Girikarto, Panggang. (KH/ Edi Padmo)
iklan upk panggang pelantikan bupati iklan upk panggang

PANGGANG, (KH),– Destinasi wisata baru di kawasan pantai Gunungkidul, HeHa Ocean View, Selasa ( 2/2/2021) sore sempat didatangi seratusan warga Kalurahan Girikarto. Warga Kalurahan Girikarto, Kapanewon Panggang merasa keberatan ketika pihak manajemen HeHa Ocean View, menarik tiket masuk sebesar Rp 10 ribu per orang kepada warga Girikarto yang akan masuk ke lokasi wisata yang baru Soft opening selama 4 hari ini.

HeHa Ocean View adalah wahana wisata milik mantan Walikota Yogyakarta, Heri Zudiyanto dan pengusaha Hans. HeHa Ocean View dibangun di atas lahan sekitar 3,5 hektar. Lahan yang ditempati dulunya milik warga, dan sudah dibeli oleh investor. HeHa Ocean View merupakan sebuah destinasi wisata yang menjual pemandangan laut dari atas tebing pantai selatan.

Lurah Girikarto, Tuyadi saat ditemui media, Rabu (3/2/2021) menyatakan, sejak HeHa Ocean View dibuka selama 4 hari untuk umum, warga Girikarto mengaku keberatan, karena setiap kali mereka ingin masuk ke destinasi baru tersebut warga Girikarto dimintai tiket masuk sebesar Rp 10 ribu.

“Warga kami merasa HeHa masuk ke wilayah kalurahan kami, jalan masuk ke obyek wisata juga melalui desa kami, sehingga tidak perlu membayar tiket masuk, sebagai pribumi, harusnya tidak ditarik tiket masuk, kayak warga luar Girikarto,” paparnya, Rabu (3/2/2021).

iklan asosiasi upk
iklan pemkab gunungkidul

Menurut Tuyadi, Pemerintah Kalurahan Girikarto sebetulnya sudah menyampaikan keluhan itu ke pihak manajemen HeHa Ocean View.

“Selasa Sore itu sebetulnya ada agenda pertemuan antara pihak warga dan manajemen HeHa Ocean View, dan kami sebagai Pemdes hanya sekedar menfasilitasi, tempat pertemuan di Balai Kalurahan,” terang Tuyadi.

Tapi ketika ditunggu di Balai Kalurahan sampai agak sore, pihak HeHa belum juga datang, akhirnya warga Girikarto memutuskan untuk mendatangi ke lokasi HeHa.

“Sebetulnya ini bukan demo, karena warga memutuskan untuk mendatangi lokasi, maka kami, Pemerintah Kalurahan Girikarto ikut serta sebagai pihak yang memediasi dengan pihak HeHa,” lanjutnya

Akhirnya dalam pertemuan tersebut disepakati jika pihak HeHa Ocean View akan membuatkan pintu khusus bagi warga Girikarto. Warga 8 padukuhan di Kalurahan Girikarto dipersilahkan bebas masuk ke area destinasi tanpa membayar retribusi tiket masuk, tapi dengan syarat harus menunjukkan KTP.

“Pertemuan dengan pihak HeHa tidak berlangsung alot, sekitar 15 menit sudah dicapai kesepakatan tersebut, kalau jumlah warga yang ikut ke lokasi HeHa ada sekitar 100-an lebih,” terang Tuyadi

Menurut Tuyadi, sebelum HeHA mulai dibangun memang ada beberapa kesepakatan yang harus ditaati oleh investor sebelum perusahaan beroperasi. Diantaranya adalah 15 persen pendapatan dari pengelolaan parkir adalah milik Kalurahan Girikarto. Persampahan akan dikelola karangtaruna desa.

“Di samping itu, 90 persen karyawan harus berasal dari warga Girikarto atau warga sekitar HeHa. Dan kesepakatan ini juga berlaku bagi destinasi wisata milik investor yang lain, seperti Teras Kaca,” tambahnya.

Manager Operasional HeHa Ocean View, Yosaphat Bita Logam mengatakan, pihaknya telah mengabulkan permintaan warga Girikarto.

“Selasa sore itu kami manajemen HeHa juga sedang rapat, bahkan sebelum warga datang, kami sudah membuat keputusan tentang membebaskan tiket masuk untuk warga Girikarto setiap hari. Mereka akan kami buatkan pintu khusus,” paparnya.

Menurut Logam, pembebasan tiket masuk untuk warga Girikarto itu adalah sebagian dari program Corporate Social Responsibility (CSR) pihaknya terhadap warga sekitar.

“Selain itu kami juga punya program tentang pembagian hasil parkir, membangun pusat oleh-oleh yang nantinya bisa menampung kreativitas warga sekitar, baik Kuliner ataupun kerajinan,” tuturnya.

Logam juga menyatakan, bahwa HeHa Ocean View sebetulnya masih dalam tahap pembangunan dan pengembangan kawasan. Rencananya nanti ada beberapa pembangunan lagi, yaitu Resort dan pusat oleh-oleh.

“Sudah menjadi komitmen pihak kami, bahwa dengan hadirnya destinasi wisata ini, ke depan akan bisa membantu mengangkat perekonomian masyarakat Girikarto,” tukas Yosaphat. [Edi Padmo]

iklan lurah rongkop
Berbagi artikel melalui:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Komentar

Komentar