Progres SMKN 2 Gedangsari Sebagai Sekolah Yang Fokus Pada Tata Busana

oleh -
Galeri SMKN 2 Gedangsari penuh pajangan hasil karya. KH/ Kandar
kadhung tresno
Galeri SMKN 2 Gedangsari penuh pajangan hasil karya. KH/ Kandar
Galeri SMKN 2 Gedangsari penuh pajangan hasil karya. KH/ Kandar

GEDANGSARI, (KH)— Sekitar satu tahun yang lalu SMKN 2 Gedangsari diresmikan oleh Mendikbud Anies Baswedan sebagai sekolah yang fokus atau lebih menonjolkan Program Tata Busana Butik. Sejak awal pembangunan hingga keberlangsungannya, sekolah ini mendapat dampingan Yayasan Pendidikan Astra- Michael D Ruslim (YPA-MDR).

Sekolah yang berada di kawasan Baturagung atau zone utara Gunungkidul ini semakin memantapkan diri sebagai sekolah yang digadang mampu berdampak besar terhadap potensi sekitar, yakni sentra batik.

Disampaikan Drs Sudaryono selaku kepala sekolah, animo pelajar untuk bersekolah di SMKN 2 Gedangsari semakin tinggi khususnya program keahlian Tata Busana Butik. Hal itu dibuktikan dengan selalu bertambahnya murid dari tahun ke tahun.

“Khusus program keahlian Tata Busana Butik, tiga tahun terakhir selalu bertambah, pertama ada satu kelas jumlahnya 38 murid, berikutnya ada 2 kelas sebanyak 59 murid, saat ini kelas X menjadi tiga kelas dengan jumlah 86 siswa,” katanya saat ditemui, Selasa, (9/2/2015).

Banyaknya siswa, lanjut dia, suatu saat nanti dapat memicu tumbuhnya galeri-galeri butik, modiste, dan sentra usaha konfeksi lainnya di wilayah itu, sebagaimana harapan YPA-MDR. Perumpamaannya, dalam hal ini tidak hanya kail yang diberikan, tetapi juga kolamnya.

Sebagai bentuk dukungan kelangsungan pula, Yasayan Dharma Bhakti Astra (YDBA) yang membidangi UKM ikut andil melakukan pendampingan, salah satunya dengan kerjasama pengelolaan Teaching Factory (TEFA).

TEFA merupakan suatu konsep pembelajaran dalam suasana sesungguhnya, artinya, berdasar kompetensi yang diperoleh di sekolah, semua proses dilakukan seperti proses desain, membatik, menjahit hingga menjadi produk jadi. Lantas kemudian memamerkan sekaligus mempromosikannya. Perubahan visi yang tadinya proses pembelajaran itu; input, proses lantas output, menjadi input, proses lalu outcome (mendatangkan hasil).

TEFA milik SMKN 2 Gedangsri yakni sebuah Galeri, layaknya UKM mereka sudah melakukan transaksi jual beli dimana pengelolaannya dibantu UKM binaan YDBA. Mereka yang bekerja di Galeri adalah alumni SMKN 2 Gedangsari. Setelah selama setahun berada di TEFA diharapkan mereka nantinya dapat menjadi pioner UKM-UKM Butik di wilayah setempat. Diakui saat ini memang belum ada kontribusi sekolahan bagi UKM-UKM sekitar, tetapi itu memang menjadi tujuan jangka panjang.

“Galeri kita merupakan salah satu mitra binaan YPA-MDR, dengan dampingannya, sering menjadi peserta pada even-even pameran baik lokal se-provinsi maupun nasional,” jelasnya. Pemasarannya, untuk saat ini pasar lokal masih skala kecil saja, untuk promosi yang dijual ke luar masih dengan bantuan YPA-MDR, dengan jumlah yang belum banyak pula.

Terpisah, Manajer Galeri, Tohti Murtinigrum, mengungkapkan, semenjak dirinya menghandel sejak Agustus lalu, hingga saat ini dikatakan masih gencar tahap promosi melalui berbagai pameran tingkat lokal dan nasional. Produksi selama ia mengelola, ada sekitar 400-san busana, dan 150-an kain batik. “Pendapatan baru sekitar Rp. 15 jutaan, sekarang kita baru persiapan pameran lagi di Jakarta”  tutur Murtiningrum.  (Kandar)

Komentar

Komentar