Program ‘Ceting Bumia Kebaske Rok’ Untuk Cegah Stunting

oleh -
Launching gerakan ‘Ceting Bu Mia Kebaske Rok’ Untuk Cegah Stunting di Karangmojo. KH.
iklan hut ri multazam

KARANGMOJO,(KH),– Gerakan ‘Ceting Bumia Kebaske Rok’ yang artinya Pencegahan Stunting Pada Bayi Baru Lahir Dengan Menurunan Anemia Ibu Hamil dan Gerakan Bebas Asap Rokok yang diinisiasi UPT Puskesmas Karangmojo II bersama masyarakat Desa Bejiharjo, Kecamatan Karangmojo dilaunching, Selasa, (17/12/2019).

Gerakan yang dilaunching Bupati Gunungkidul, Badingah, S.Sos itu merupakan wujud tindakan pencegahan stunting anak sejak dari dalam kandungan. Upaya tersebut terwujud tidak lepas dari keberadaan para kader.

Badingah menilai keberadaan kader memiliki peran strategis untuk meningkatkan derajat kesehatan dan kualitas hidup masyarakat. “Tanpa keterlibatan kader pemerintah akan memui banyak kendala,” ujar dia.

Dalam kesempatan tersebut pihaknya mengapresiasi petugas medis yang memiliki inisiatif. Tidak diabaikan, apresiasi juga diberikan atas pengabdian kader di Posyandu.

Dirinya sepakat bahwa untuk membentuk generasi penerus yang sehat jiwa dan raga harus dimulai sejak bayi dalam kandungan. Salah satunya dengan menjaga kebugaran dan kesehatan ibu hamil, tidak mengalami anemia dan terjamin bebas asap rokok.

Generasi muda yang sehat jiwa dan raga, kata Badingah, pasti bermula dari balita yang sehat, mengalami pertumbuhan fisik, inteligensia dan mental yang optimal.

Sementara itu, petugas medis UPT Puskesmas Karangmojo II, Rismintarti Sulastinah mengungkapkan, di wilayah tugas UPT Puskesmas Karangmojo II, Desa Bejiharjo memiliki angka stunting paling tinggi. Tahun 2019 ini di Bejiharjo ada 19,35 bayi stunting.

Fakta lain, di Desa Bejiharjo masih terdapat 54,86% keluarga yang anggota keluarganya merokok. Kebiasaan ini menjadi salah satu faktor penyumbang penyebab bayi stunting.

Pihaknya membentuk kader peduli ibu hamil, ibu bersalin, ibu nifas dan bayi dengan risiko tinggi sebagai upaya meminimalisir stunting. Sekaligus mendorong setiap keluarga mewujudkan bebas asap rokok.

Adapun data bayi stunting untuk wilayah kerja UPT Puskesmas Karangmojo II mengalami naik turun dari tahun ke tahun. “Pada tahun 2017 ada 14%, tahun 2018 naik menjadi 16,2% sementara memasuki November 2019 terdapat 11,6%,” rinci dia.

Pihaknya berharap gerakan ‘Ceting Bumia Kebaske Rok’ mampu menurunkan angka bayi stunting tersebut. (Kandar)

Komentar

Komentar