Polisi Gelar Simulasi Antisipasi Terorisme

oleh -
Polisi terkapar akibat ledakan bom saat simulasi anti terorisme di Penmas, Kepek. KH/ Maria Dwianjani
iklan dispar
Polisi terkapar akibat ledakan bom saat simulasi anti terorisme di Penmas, Kepek. KH/ Maria Dwianjani
Polisi terkapar akibat ledakan bom saat simulasi anti terorisme di Penmas, Kepek. KH/ Maria Dwianjani

WONOSARI,(KH)– Aparat kepolisian resort Gunungkidul melakukan sejumlah langkah antisipasi setelah adanya aksi teror seperti yang terjadi di pos polisi Sarinah, Thamrin, Jakarta beberapa waktu lalu. Satuan Polisi Lalu Lintas Polres Gunungkidul menggelar simulasi teror di sebuah pos polantas Simpang empat Penmas, Kepek.

Kepala Satuan lalu lintas Polres Gunungkidul  Ajun Komisaris Polisi (AKP) Andrey Valentino mengatakan, simulasi ini sengaja dilakukan untuk menyiapkan petugas Polantas menghadapi aksi teror seperti yang terjadi di Sarinah beberapa saat lalu.

“Mengingat polantas menjadi target yang paling mudah ditemui bagi para pelaku teror dan dijadikan sasaran empuk untuk diserang,” Kata Andrey, Sabtu, (23/1/2016).

Dalam simulasi yang juga melibatkan tim Gegana Polda DIY ini diperagakan aksi bom bunuh diri dengan sasaran polantas juga  skaligus dilakukan upaya penanggulangan pasca teror.

Diperagakan, kejadian aksi teroris berupa bom bunuh diri disebuah traffic light Kepek, Wonosari, saat petugas polantas polres Gunungkidul melakukan pengaturan lalu lintas.

Digambarkan dalam simulasi tersebut, tanpa gelagat mencurigakan secara tiba-tiba datang seorang pelaku teror ke pos polisi dengan maksud menanyakan alamat di Pos Polisi. Namun tiba-tiba pria yang membawa tas ransel berwarna hitam tersebut melakukan aksi bom bunuh diri hingga mengakibatkan dirinya tewas dan dua anggota polantas terkapar.

Selang beberapa menit terjadi aksi teror berikutnya dimana pelaku teror lain yang membawa senjata api laras panjang menyerang polisi lain saat akan menghalau warga yang akan mendekat ke lokasi ledakan di pos polisi.

Namun dengan sigap petugas berhasil melumpuhkan pelaku dan merampas senjata milik pelaku hingga akhirnya kondisi dapat dikendalikan  setelah terjadi serangan teror selama sekitar 10 menit. Selain melakukan simulasi, dalam kesempatan yang sama Anggota Satlantas Polres Gunungkidul juga menggelar latihan menembak yang dipusatkan di Pusat latihan Tempur TNI di Kecamatan Paliyan.

Dengan latihan ini, diharapkan kemampuan anggota dalam menggunakan senapan api menjadi lebih terampil. (Maria Dwianjani).

Komentar

Komentar