Polisi Galakkan Pantauan Beras Di Pasar Tradisional

oleh -
Beras yang akan diuji di Lab. Foto : Juju
iklan dispar
Beras yang akan diuji di Lab. Foto : Juju
Beras yang akan diuji di Lab. Foto : Juju

WONOSARI,(KH)— Kabar beredarnya beras sintetis atau beras plastik masih menjadi perbincangan hangat di tengah masyarakat. Sejumlah pedagang dan konsumen juga mengaku lebih berhati-hati untuk membeli beras di pasar tradisional.

Pasca munculnya dugaan ditemukannya beras plastik di Kecamatan Rongkop akhir pekan lalu, jajaran Polres Gunungkidul semakin gencar melakukan penyelidikan di beberapa pasar tradisonal.

Panit Humas Polres Gunungkidul, Iptu Ngadino mengatakan, penyelidikan dilaksanakan untuk meminimalisir keresahan di masyarakat tentang adanya isu beras plastik tersebut.

“Kita giatkan sambangi pasar tradisional sambil menunggu hasil pemeriksaan. Mungkin dalam pekan ini hasilnya bisa diketahui, itu beras asli atau beras plastik,” katanya, Senin (25/5/2015).

Karena masih harus menunggu hasil laborat, maka diakui, untuk sementara ini belum ada saksi yang diperiksa. “Untuk sementara belum ada temuan, namun penyelidikan di beberapa pasar masih dilakukan,” tegas Iptu Ngadino.

Diberitakan sebelumnya, Warga Rongkop, Gunungkidul dihebohkan dengan penemuan beras yang diduga merupakan beras plastik. Beras yang dikemas dengan berat 5 kilogram ini ditemukan oleh Sunarmo, warga Padukuhan Duwet, Kelurahan Karangwuni, Rongkop.

Sunarmo mengisahkan, beras yang diduga beras plastik tersebut, didapatnya dari salah satu warung yang berada didaerahnya. Dalam kantong beras diketahui berlabel beras C4 atau Rojo Lele.

“Beras ini saya beli dari salah satu warung pada awal Mei lalu, harganya 9600 per kilogramnya,”katanya saat ditemui di rumahnya, Jumat (21/5/2015).

Kini beras temuan tersebut telah dikirim oleh Disperindakoptam ESDM Gunungkidul untuk diteliti di Balai Pengawasan Obat dan Makanan (POM) Daerah Istimewa Yogyakarta. (Juju)

Komentar

Komentar