PHRI Merengek Ke Pemerintah Minta Jembatani Penundaan Angsuran Bank

oleh -
Ketua PHRI Gunungkidul, Sunyoto. KH.
iklan dispar

WONOSARI, (KH),– Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Gunungkidul mengaku mengalami penurunan konsumen hingga 75 persen sejak Covid-19 merebak.

Ketua PHRI Gunungkidul, Sunyoto, Rabu, (18/3/2020) di Wonosari mengatakan, hal tersebut terjadi disebabkan karena banyak konsumen yang membatalkan pesanan atau kunjungan. Pihaknya berharap agar pemerintah tidak tinggal diam atas dampak Covid-19 yang mereka alami ini.

Sepinya kunjungan mau tidak mau harus dihadapi demi meminimalisir penularan dan melebarnya wabah. Namun demikian surutnya pemasukan yang signifikan dirasakan sangat berdampak pada perputaran uang atas usaha yang dijalani.

“Semoga pemerintah mempunyai solusi. Misalnya agar angsuran bank bisa ditunda bagi anggota PHRI atau wirausahawan yang memiliki tanggungan bank,” harap Sunyoto.

Belakangan ini, ungkap Sunyoto, PHRI selain berusaha memberikan layanan terbaik seperti biasanya juga meningkatkan kewaspadaan dengan menjaga kebersihan. “Setiap konsumen restoran maupun hotel ketika datang harus cuci tangan. Begitu juga dengan pengelola hotel dan restoran,” imbuh dia.

Sementara itu, Sekertaris Dinas Pariwisata Gunungkidul, Hari Sukmono menyebutkan, efek domino dari penurunan destinasi wisata, otomatis juga terjadi penurunan pula pada kunjungan rumah makan dan hotel.

Dirinya mengungkapkan, penurunan destinasi wisata mencapai pada kisaran 30 hingga 40 persen. Termasuk kunjungan wisatawan asing di Gunungkidul sudah berkurang sejak munculnya kasus Corona.

“Kawasan wisata seperti Goa Jomblang dan destinasi minat khusus lainnya penurunannya cukup tajam,” terang Hari Sukmono.

Selain menurunnya jumlah wisatawan, beberapa agenda Dinas Pariwisata juga dibatalkan sebagai antisipasi bahaya Corona. Pihaknya berharap, keadaan berangsur membaik sehingga kunjungan wisatawan normal kembali. (Kandar)

Komentar

Komentar