Petani Banyusoca Panen Jagung

oleh -
Petani Banyusoca Panen Jagung
iklan dispar
Petani Banyusoca Panen Jagung
Petani Banyusoca Panen Jagung. KH/ Edo

PLAYEN, (KH) — Para petani di Padukuhan Ketangi, Desa Banyusoco, Kecamatan Playen terlihat gembira lantaran tanaman jagung  sudah memasuki masa panen.

Tanaman jagung tersebut seharusnya dipanen pada bulan lalu, akan tetapi karena pemenuhan kebutuhan air hujan tidak maksimal, maka panennya mengalami kemunduran akibat cuaca yang tak menentu.

Salah satu petani, Samijan (65) mengungkapkan, bahwa usia jagung telah mencapai 120 hari sejak masa tanam. Menurutnya, tanaman jagung yang dipanen saat ini mengalami penurunan produktivitas.

“Tanaman jagung saat ini mengalami penurunan produktivitas karena para petani hanya mengandalkan air hujan,” Jelasnya saat ditemui diladangnya, Rabu (23/3/2016).

Samijan menjelaskan, jika para petani di Padukuhan Ketangi pada umumnya lebih memilih jagung hibrida tongkol 2 dibandingkan dengan jagung lokal, karena menurutnya jagung hibrida lebih baik daripada jagung lokal.

“Hasilnya lebih memuaskan benih jagung hibrida daripada jagung lokal,” Imbuhnya.

Samijan menambahkan, saat ini ia mendapatkan 4 kwintal jagung, hasil ini sedikit menurun daripada panen tahun lalu yang mencapai 5 kwintal. Sementara harga jagung kering saat ini berkisar Rp. 3.000 sampai Rp.6.500, per kilogram. (Edo)

Komentar

Komentar