Pertanian Menjadi Penyumbang Tertinggi Strktur PDRB Gunungkidul

oleh -
tani
ilustrasi. Pengendalian hama menggunakan APH oleh RPT dan Petani Milenial Pampang. (KH/ Kandar)
iklan golkar idup fitri

GUNUNGKIDUL, (KH),– Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Gunungkidul beberapa waktu lalu merilis informasi mengenai pertumbuhan perekonomian Kabupaten Gunungkidul tahun 2021. Kinerja perekonomian yang dilihat dari laju pertumbuhan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) tercatat ada pertumbuhan sebesar 5,22 persen.

Dilihat dari segi lapangan usaha, usaha jasa lainnya yang di dalamnya terdapat usaha jasa wisata mengalami pertumbuhan tertinggi mencapai 18,37 persen, disusul infokom sebesar 16,87 persen dan penyediaan akomodasi, makan, minum sebesar 10,89 persen

Namun demikian dalam struktur PDRB, sektor usaha pertanian menjadi penyumbang angka tertinggi. Prosentasenya mencapai 23,69 persen. Setelah pertanian, sektor usaha informasi dan komunikasi  (Infokom) dan konstruksi berada di bawahnya dengan sumbangsih masing-masing 9,46 persen dan 9,44 persen.

Kepala BAPPEDA Gunungkidul, Saptoyo membenarkan, struktur perekonomian sebagian masyarakat Gunungkidul masih didominasi sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan.

“Sumbangan dari sektor ini terhadap PDRB Gunungkidul sebesar 23,69%, namun kontribusi untuk tahun 2021 menurun 0.98 % dibandingkan kontribusi  tahun 2020. Di mana hal tersebut menunjukkan adanya peralihan sektoral dari sektor primer ke sektor sekunder dan tersier yang ditunjukkan dengan naiknya kontribusi jasa lainnya (0.37%) penyediaan akomodasi makan dan minum (0.43%) dan infokom (0.93%) dibanding tahun sebelumnya,” papar dia belum lama ini di Wonosari.

Menurut dia, karena masih tingginya ketergantungan ekonomi terhadap sektor pertanian, seyogyanya memperhatikan kesinambungan sektor ini dalam menyerap tenaga kerja selama belum ada sektor lain yang dapat dikembangkan untuk menyerap limpahan pekerjanya.

“Penerapan teknologi pertanian untuk meningkatkan produktivitas hasil pertanian juga diperlukan untuk meningkatkan kesejahteraan petani,” imbuhnya.

Lebih jauh disampaikan, selama ini sektor pertanian menjadi limpahan pengangguran terselubung atau pekerja keluarga yang secara teoritis memiliki produktivitas yang rendah sehingga upaya untuk mendorong pertumbuhan sektor ini membutuhkan peningkatan produktivitas yang nyata.

Di sisi lain, upaya untuk menarik kalangan muda untuk terjun dalam profesi pertanian dalam arti luas perlu ditingkatkan untuk regenerasi petani.

Terpisah, Kepala Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) Gunungkidul, Rismiyadi menyebutkan, dominasi sektor pertanian pada struktur PDRB merupakan tantangan, agar dapat terus dipertahankan sekaligus diingkatkan.

Serangkaian program intervensi ke sektor pertanian telah dilakukan DPP. Diantaranya selalu berupaya melakukan pemerataan infrastruktur berupa perbaikan sistem pengairan untuk mendukung peningkatan kinerja sektor pertanian dengan memperhatikan SDA dan kondisi geografis yang terdapat di masing-masing wilayah.

DPP juga melaksanakan pelatihan dan pengembangan kemampuan kepada pelaku usaha sektor pertanian agar tercipta inovasi baru sebagai upaya meningkatkan pendapatan daerah

“Kemudian melakukan spesialisasi komoditas dari Tanaman Pangan, Perkebunan dan Hortikultura sehingga dapat dicapai produktifitas dan nilai tambah yang tinggi,” terang Rismiyadi. (Kandar)

Berbagi artikel melalui:

Komentar

Komentar