Persiapan Pendirian TPR, Warga Desa Ngestirejo Bersihkan Jalan

oleh -
iklan dispar
TANJUNGSARI,(KH).– Ribuan warga di seluruh padukuhan di Desa Ngestirejo Kecamatan Tanjungsari hari ini, Jumat (24/10/2014) mengadakan gotong royong membersihkan jalan yang menghubungkan Kantor Kecamatan Tanjungsari menembus area Pantai Krakal. Gotong-royong yang melibatkan warga di 13 padukuhan ini dilaksanakan untuk membersihkan rerumputan serta daun pepohonan yang mengganggu jalan.

Agung Nugroho, Kabag Pemerintahan Desa Ngestirejo menjelaskan, semua warga bersemangat melakukan pekerjaan ini, karena sesuai rencana sepanjang jalan itu akan dijadikan jalur alternatif menembus deretan pantai selatan. Sesuai rencana, nantinya akan dibangun pos retribusi yang terletak di pertigaan jalan sebelah utara Pantai Krakal.
“Sekitar 1500 warga yang berpartisipasi dalam kegiatan gotong-royong pembersihan jalan ini. Mereka tersebar di sepanjang jalan khususnya di padukuhan masing-masing,” ujar Agung.
Agung menambahkan, jalur alternatif ini nantinya bisa dilewati wisatawan menuju atau pun saat pulang dari pantai. Hal ini telah dicoba pada masa liburan tahun ini. Pada waktu itu ribuan kendaraan melewati jalur ini saat terjadi kemacetan di jalan raya area pantai.
Jalur alternatif ini dimulai dari Padukuhan Mendang, dusun sebelah timur Kantor Kecamatan Tanjungsari. Dari tempat ini, wisatawan perlu menempuh jarak sekitar 15 km untuk sampai ke deretan pantai Gunungkidul.
Bila ditempuh dari Jalan Baron, maka wisatawan bisa mengambil arah timur pada pertigaan jalan di Desa Kemiri. Sementara dari arah jalan Tepus-Wonosari, maka wisatawan bisa mengambil arah barat pada pertigaan jalan Sabuk atau di pertigaan Kantor Kecamatan Tepus.
Beberapa titik jalan memang masih memerlukan pembenahan, karena belum seluruhnya teraspal. Beberapa titik jalan yang masih berupa corblok beton rabat di antaranya jalan di Padukuhan Bruno 1, Padukuhan Gatak 2 dan Padukuhan Mendang 1.
Persiapan ke depan akan terus dilakukan warga Ngestirejo menghadapi diberlakukan jalur alternatif ini secara resmi. Banyak keuntungan secara ekonomi akan diperoleh warga setempat bila nantinya jalur alternatif dan pendirian pos retribusi ini bisa terwujud.

“Kami akan terus berusaha untuk pembangunan jalan. Kalau soal waktu pendirian pos retribusi, kami masih menunggu hasil koordinasi dengan Disbudpar Gunungkidul dan terbitnya Surat Keputusan Bupati,” pungkas Agung. (Maryanto/Jjw).

Komentar

Komentar