Perpustakaan Desa “Gelis Pintar” Ajak Ibu Rumah Tangga Mengenal HIV

oleh -
iklan dispar
Sosialisasi
Ilustrasi

PONJONG, (KH) — Kehadiran perpustakaan di tengah-tengah masyarakat diharapkan dapat memberikan manfaat kepada masyarakat, terutama pada masyarakat sekitar perpustakaan. Tidak hanya dengan memanfaatkan layanan koleksi buku atau teknologi informasi, perpustakaan dapat memberikan wadah dalam kegiatan yang melibatkan masyarakat.

Perpustakaan Desa Gelis Pintar, Desa Bedoyo, Ponjong pada Tanggal 26 Februari 2015 membuktikan, bahwa sebuah Perpustakaan Desa dapat memfasilitasi kegiatan masyarakat.

Dian lestari selaku pengelola Perpustakaan desa Gelis Pintar mengungkapkan,” kegiatan ini diselenggarakan untuk menularkan informasi yang bermanfaat bagi masyarakat sekitar, sosialisasi informasi dasar dan HIV AIDS ini menyasar ibu rumah tangga desa Bedoyo.”

Diikuti 17 peserta, sosialisasi ini dipandu oleh narasumber Afi Fajar Handani S.pd.I dari Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) kab. Gunungkidul. Afi memaparkan tentang informasi Dasar mengenai HIV AIDS. Mayoritas peserta belum mengetahui tentang apa itu HIV AIDS, sehingga materi yang disajikan adalah gambaran umum tentang pengertian HIV AIDS, siapa yang bisa tertular HIV, bagaimana cara mencegahnya, hal yang bisa menularkan HIV,  dan menginformasikan tempat untuk pemeriksaan HIV.

Dijelaskan, HIV adalah singkatan dari Human Immunodeficiency Virus, nama sebuah virus yang merusak sistem pertahanan tubuh manusia. Karena pertahanan tubuh telah dirusak HIV, sehingga penyakit-penyakit mudah menyerang tubuh. Penderita HIV dapat menjadi penderita AIDS (Acquired Immuno Deficiency Syndrome) ketika tubuhnya telah diserang berbagai penyakit.
Sampai sekarang masih banyak persepsi masyarakat yang salah mengenai cara penularan HIV AIDS. Hal yang masyarakat anggap dapat menularkan HIV AIDS seperti gigitan nyamuk, berenang, menggunakan fasilitas umum, bersalaman, berciuman, batuk, bersin, makan, dan minum bersama penderita HIV AIDS.

“kita tidak akan tertular hanya karena menggunakan fasilitas bersama ODHA (penderita HIV), bersalaman, berciuman, makan bersama tidak akan menularkan HIV AIDS” ungkap Afi.
Ia menegaskan, “jika melalui cairan, HIV AIDS dapat menular melalui  darah, air mani, cairan vagina, ASI dari ibu yang terinfeksi HIV AIDS. Kemudian hal-hal yang bisa menularkan HIV antara lain melakukan hubungan seksual dengan ODHA tanpa alat pelindung (kondom), menerima transfusi darah, menggunakan jarum suntik bekas, dan dari ibu hamil HIV positif ke janin kandungannya” .

Suasana pada saat sosialisasi berlangsung cukup ramai, karena penyampaian narasumber yang komunikatif, diiringi dengan candaan agar peserta tidak bosan. Sesekali peserta tertawa dan malu, mendengar pemaparan afi mengenai hal-hal yang peserta anggap tabu. Padahal,afi mengungkapkan, bahwa hal-hal tersebut sangat penting disampaikan, jangan dikaitkan dengan unsur pornografi.

Pada penutupan acara, afi mengungkapkan “tanggapan peserta sangat luar biasa, saya berharap setelah sosialisasi ini, ibu-ibu yang berkesempatan mendapatkan informasi mengenai HIV AIDS ini dapat menularkan ilmunya kepada ibu kepala Dusunnya masing-masing, sehingga dapat disebarkan lagi di masyarakatnya. Kerja keras harus dengan kepedulian semua pihak, karena hanya dicegah dengan KPA saja tidak akan maksimal tanpa kerjasama semua pihak” pungkasnya. (Gemma/Tty)

Komentar

Komentar