Percasi Gunungkidul Gelar Kejurkab Catur 2019

oleh -
Kejurkab catur yang digelar Percasi. KH.

GUNUNGKIDUL, (KH),– Setelah menuntaskan gelaran catur yang bertajuk GK Open tournament 2019 pada bulan Juni yang lalu,  Persatuan  Catur Seluruh Indonesi (Percasi ) Gunungkidul akan kembali menggelar pertandingan.

Pertandingan ini diberi judul Kejurkab Catur 2019. Kejurkab akan melombakan dua kelas yaitu senior dan yunior. Untuk kelas Senior yang boleh mengikuti laga yakni para pemain catur usia SMA  (15 tahun) ke atas. Sementara itu untuk kelas yunior akan diikuti oleh pecatur berumur di bawah 15 tahun atau maksimal kelas 8 SMP.

Yang  membedakan dari gelaran GK Open bulan Juni lalu dengan event kali ini yakni terletak dari domisili peserta. Kejuaraan kali ini diikuti khusus untuk penduduk dengan KTP Gunungkidul. Sebab, kejuaraan kali ini juga bertujuan untuk menyiapkan atlet-atlet catur Gunungkidul mengikuti kejurda dan seleksi pra PON.  Percasi menggelar kegiatan ini pada tanggal 04 Agustus 2019 mendatang di Siyono, Playen, Gunungkidul.

Sistem pertandingannya yakni sistem Swiss 7 babak, yaitu para pemain akan bermain secara penuh 7 babak. Dengan software catur Swiss manager  tiap pemain akan mendapatkan skor setelah mereka menyelesaikan satu pertandingan. Jika menang skor bertambah 1, kalah skornya nol, jika remis skornya ½.  Skor ini akan diakumulasi di akhir permainan untuk mendapatkan rangking juara.

“Khusus untuk kejurkab ini sebenarnya menjadi seleksi bagi atlet untuk mendapatkan tiket ke laga yang lebih tinggi yaitu di Kejurda catur tanggal 22 Agustus di Yogyakarta,” kata Ketua Percasi Kabupaten Gunungkidul, Bambang Sutrisno.

Bentuk pembinaan lainnya yang telah dilakukan oleh Percasi Gunungkidul adalah dengan mengadakan latihan rutin. Untuk pemain yunior mereka digembleng di  Pusat Pendidikan dan Latihan Pelajar (PPLP) di Jeruksari. Demikian juga untuk atlet senior yang akan berlaga berlatih rutin setiap hari Minggu.

Antusiasme peserta yang mendaftar Kejurkab cukup tinggi. Bulan Juli ini sudah mulai dibuka pendaftaran. Sementara ini sudah ada 50-an atlet yunior yang telah mendaftar.

“Hal ini menunjukkan bahwa iklim catur di Gunungkidul sudah cukup baik, tinggal kami harus menjaga konsistensi ini agar atlet tetap semangat,” tutur Bambang. (Heru)

Komentar

Komentar