Penyortiran Surat Suara Gunakan Metode Sampling

oleh -
iklan dispar

image

WONOSARI,(KH)–Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Gunungkidul hanya akan melakukan penyortiran surat suara Pilkada 2015, dengan mengambil sampling.

Ketua KPU Gunungkidul, Zainuri Ikhsan pada Kamis (12/11) mengungkapkan, sejauh ini persiapan logistik Pilkada 2015 sudah berjalan lancar dan tanpa kendala berarti. Satu item yang masih belum siap adalah hanyalah surat suara. Meski demikian, surat suara masih belum sampai ke KPU, berdasarkan kesepakatan bersama rekanan, paling lambat diterima pada 15 November 2015.

“Nantinya, surat suara diterima oleh KPU dalam kondisi sudah terlipat, sehingga nantinya tenaga yang dimiliki KPU hanya menyortir surat suara. Kalau dari hasil yang kita periksa mayoritas sudah baik, ya sudah tinggal ke tahapan selanjutnya,” urainya.

Disinggung mengenai pengamanan surat suara, KPU sudah melakukan koordinasi dengan aparat keamanan. Hal ini dinilai penting karena surat suara merupakan dokumen penting dan untuk mengantisipasi terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan. Begitu surat suara datang, KPU akan lakukan pengecekan, pengepakan per Tempat Pemungutan Suara (TPS), dan logistik mulai didistribusikan pada 7 atau 8 Desember 2015.

Sementara itu, Komisioner Divisi Logistik, Umum, dan Rumah Tangga KPU Kabupaten Gunungkidul, Andang Nugroho, surat suara Pilkada Gunungkidul 2015 dicetak sebanyak 633.921 lembar. Jumlah ini sudah termasuk cadangan 2,5 %. Dimintai penjelasan lebih lanjut mengenai proses penyortiran surat suara, menurut Andang akan dilakukan secara acak. Jika nantinya tidak ditemukan masalah, tahapan selanjutnya memang akan dilakukan.

Andang secara optimis menyatakan persiapan logistik pada  November ini sudah mencapai 80 persen.(Maria Dwianjani)

Komentar

Komentar