Penanganan Korban Sadranan di RSUD Wonosari Pagi Ini

oleh -
Situasi penanganan korban musibah Sadranan di RSUD Wonosari. KH/Gemma.
iklan dispar
Situasi penanganan korban musibah Sadranan di RSUD Wonosari. KH/Gemma.
Situasi penanganan korban musibah Sadranan di RSUD Wonosari. KH/Gemma.

WONOSARI, (KH),– Dari Instalasi Pemulasaraan Jenazah RSUD Wonosari didapatkan informasi, di kamar jenazah RSUD Wonosari pada Kamis (18/6) pukul 09.46 WIB, total ada 4 jenazah korban musibah runtuhan tebing Pantai Sadranan,  2 laki-laki dan 2 perempuan.

“Kondisi korban sudah meninggal, secara umum masih bisa dikenali, namun untuk identitas korban masih belum bisa di-release, karena sampai saat ini masih dilakukan proses identifikasi korban” ungkap dr. Sistha Widuri, dari DVI Polda DIY.

Sementara itu, situasi terkini  di pantai Sadranan dilaporkan masih masih terus dilaksanakan proses evakuasi korban. Telah beredar kabar yang simpang-siur, terdapat 10-15 orang yang masih tertimbun. Penjelasan dari pihak yang memiliki kewenangan, sampai saat ini masih belum bisa dipastikan.

Hingga saat berita ini diturunkan, sudah ada 4 keluarga yang melapor ke RSUD Wonosari. Mereka melaporkan telah kehilangan anggota keluarganya di Pantai Sadranan.

Untuk korban luka-luka, tercatat saat ini berjumlah 2 orang mengalami patah tulang. Satu korban luka dirawat di RSUD Wonosari, untuk 1 korban dibawa ke RSUP Sardjito Yogyakarta bernama Ahmad Taufik (20) berasal dari Magelang Jawa Tengah (ralat: kondisi terkini Ahmad Taufik masih dirawat di RSUD Wonosari dan ada rencana dipindahkan ke RSUP Dr Sardjito, updated: 18/4/2015 pukul 11.50 WIB).

Korban yang dirawat di RSUD Wonosari bernama Karsiyem (40), asal dari Padukuhan Bulu Desa Bejiharjo Kecamatan Karangmojo. Kondisinya mengalami fraktur (patah tulang) di kaki. Informasi yang diperoleh KH, korban tersebut hari ini akan diberikan tindakan operasi. (Gemma).

Komentar

Komentar