Pemuda Gunungkidul Tolak Seruan Aksi 21 dan 25 April 2022

oleh -
Pemuda
Deklarasi Ormas Pemuda Gunungkidul menolak aksi 21 dan 25 April 2022. (KH/Kandar)
iklan golkar idup fitri

GUNUNGKIDUL, (KH),– Organisasi Kepemudaan Gunungkidul tegas menolak dan tidak akan mendukung seruan aksi 21 dan 25 April 2022. Pernyataan tersebut diwujudkan melalui deklarasi yang menjadi rangkaian sarasehan pemuda di rest area di Kapanewon Paliyan, Rabu, (20/4/2022).

Wakil Ketua Bidang Organisasi KNPI Gunungkidul, Aris Budiyono menegaskan, aksi lanjutan yang sebelumnya bertujuan untuk menolak penundaan Pemilu 2024 dan perpanjangan masa jabatan presiden dinilai tidak lagi relevan.

“Jelas itu sudah politisasi isu Pemilu akan ditunda serta masa jabatan Presiden akan diperpanjang,” tandas Aris.

Dia menggarisbawahi, isu tersebut sudah dijawab oleh pemerintah. Tegas dinyatakan bahwa tidak akan ada penundaan Pemilu dan perpanjangan masa jabatan Presiden.

Aris menerangkan, kesadaran dan ketabahan bangsa Indonesia, hingga saat ini masih terus diuji. Tak kurang tiga tahun, ujian berat datang akibat gelombang Pandemi Covid-19 yang hingga kini belum tuntas tertangani. Dampaknya, daya tahan diri, ketabahan emosional, dan perekonomian bangsa termasuk di dalamnya ekonomi warga nyaris ikut melemah bahkan lumpuh.

“Saat semua elemen bangsa terus fokus melakukan perlawanan komunal guna memerangi ujian pandemi yang kini terus melandai. Juga nadi perekonomian warga yang terus dipacu hingga perlahan mulai bangkit kembali, justru di luar sana ada segelintir kepentingan yang terus memancing kegaduhan dengan berbagai isu yang sebenarnya sudah harus diakhiri,” tegas Aris lagi.

Semestinya, Aris mewanti-wanti, permasalahan dampak ekonomi global, harus bersama-sama dicari solusinya. Bukan sebaliknya, terus dijadikan alat propaganda dan agitasi yang justru akan memperparah keadaan dengan seruan-seruan aksi yang cenderung memecah persatuan sesama.

“Aksi justru kontraproduktif dengan semangat perlawanan memerangi Pandemi juga tekad bangkit dari ancaman resesi ekonomi agar jangan sampai terjadi,” tukasnya. (Kandar)

Berbagi artikel melalui:

Komentar

Komentar