Pemkab Gunungkidul Siapkan Rapid Test Massal Bagi 2.000 Warga

oleh -
dr. Sumitro (KH)
iklan dispar

WONOSARI, (KH),– Guna pengendalian penularan Coronavirus Diseae 2019 (Covid-19) Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Gunungkidul menyiapkan rapid test massal. Sediannya pemeriksaan rapid test akan menyasar sebanyak 2.000 orang.

Kepala Bidang Pencegahan Penularan Penyakit Dinas Kesehatan Gunungkidul, dr Sumitro mengungkapkan, sasaran rapid test diantarannya mencakup Orang Dalam Pemantauan (ODP) sebanyak 238 warga, Pasien Dalam pengawasan (PDP) ringan 2 orang, kemudian tenaga puskesmas yang memiliki risiko tinggi sebanyak 1.020 orang.

Selain itu juga menyasar orang yang berkaitan dengan Jamaah Tabligh sebanyak 103 orang, pekerja migran Indonesia 27 orang dan para pendatang dari daerah transmisi lokal sebanyak 610 orang.

“Rapid test massal akan dilaksanakan serentak di 30 puskesmas pada tanggal 12-16 Mei 2020,” kata dia, Senin, (11/5/2020) di Wonosari.

Kemudian, sebagai antisipasi adanya warga yang menunjukkan hasil reaktif, telah disiapkan Rumah Sakit (RS) Saptosari. RS yang belum diresmikan penggunaannya ini akan dijadikan RS darurat Covid untuk menampung atau melakukan isolasi warga yang reaktif rapid test.

Sementara itu, dari perkembangan tracing hingga hari ini telah dilakukan rapid test yang menyasar 1.076 orang. Dari sekian itu, 42 diantaranya menunjukkan hasil reaktif. Lantas dari 42 orang yang reaktif, 8 diantaranya menunjukkan hasil positif Covid-19. 8 pasien ini merupakan bagian dari total keseluruhan sebanyak 16 pasien Covid-19 yang ada di Gunungkidul.

“16 Pasien positif berasal dari 9 Klaster, yakni Bedoyo 1 orang, Klaster Siyono 1 orang , Gadungsari 15 orang, Giripurwo 2 orang, Klaster Kampung 1 orang, Karangmojo 1 orang, Mokol 1 orang, Kemadang 1, dan Karangasem 1 orang,” papar Sumitro.

Mereka (red:pasien positif Covid-19), 13 diantaranya dirawat di RSUD Wonosari, di RS Panembahan Senopati 1 orang, di RS Panti Rapih 1 orang dan RS Bethesda 1 orang. (Kandar)

Komentar

Komentar