Pemilih Milenial Komitmen Memilih Bupati Yang Berintegritas Tanpa Politik Uang

oleh -
Agenda KNPI melaunching komitmen Muda Bicara Bersama Kawal Pilkada Damai, Aman dan Sejuk. (Istimewa)

WONOSARI,(KH),– Minggu (22/11/2020), KNPI ( Komite Nasional Pemuda Indonesia) melaunching komitmen Muda Bicara Bersama Kawal Pilkada Damai, Aman dan Sejuk. Dalam kontestasi pemilihan Bupati Gunungkidul 9 Desember mendatang, para pemilih milenial dan pemula yang didominasi muda mudi Gunungkidul ini berkomitmen untuk memilih Bupati yang mempunyai integritas dan tanpa embel embel politik uang. Menurut data yang tercatat, di Gunungkidul pemilih pemula dan Milenial berjumlah cukup signifikan, jumlahnya hampir 35 persen dari seluruh DPT yang tercatat

Dalam Launching yang dilaksanakan kemarin, ketua KNPI Gunungkidul, Heri Santosa mengatakan, suksesnya Pemilihan Kepala Daerah dapat dilihat dari partisipasi kaum muda dengan menggunakan hak pilih.

“Ada sekitar sekitar 35% pemilih milenial dan pemilih pemula yang diharapkan berpartisipasi menyalurkan hak pilihnya dalam kontestasi Pilkada mendatang,” ujar Heri.

Suhu politik Gunungkidul mendekati last minute ini memang mulai menghangat, para pendukung antar paslon sering bersitegang, utamanya di Medsos, konflik ini jika tidak di sikapi dengan bijaksana dapat melebar dan menimbulkan hal-hal yang akan mengganggu pesta Demokrasi skala daerah 5 tahunan ini. Untuk itu di harapkan pemuda harus menjadi penggerak agar bentrokan sosial di tengah masyarakat dalam pelaksanaan Pilkada bisa diminimalisir,” papar Heri, Minggu (22/11/2020) di sela- sela launching.

Untuk memberikan pendidikan politik yang sehat di masyarakat maka diharapkan para pemuda bisa menjadi pioner. KNPI berkomitmen untuk mengawal para pemuda agar melek politik, politik yang sehat, yang bisa memberikan pendidikan yang baik bagi publik. Politik yang tidak saja melulu soal uang.

“Kami sudah menyiapkan program muda bicara bersama kawal Pilkada, jadi pemuda-pemudi ini nantinya akan dilibatkan langsung dalam proses Pilkada,” jelas Heri.

Bentuk real dalam program ini adalah program Kawal Pilkada, yaitu dengan cara melibatkan para pemuda secara langsung untuk saling menyadarkan pentingnya hak pilih, jangan sampai sebagai pemilih milineal justru berprinsip cuek atau Golput, sebabPemilu penting bagi masa depan Gunungkidul. Selain itu, karena Pemilu besok masih dalam masa Pandemi, diharapkan juga akan mengawal langsung penerapan protokol kesehatan dalam proses Pilkada di tengah pandemi ini.

“Momentum ini bisa menjadi momentum kepedulian dalam pesta demokrasi,” tandas Heri.

Terpisah, Ketua Komisi Pemilihan Umum Gunungkidul, Ahmadi Ruslan Hani menyatakan apresiasinya dengan gerakan muda-mudi Gunungkidul dalam menyukseskan Pilkada 2020 ini. Hani berharap, dengan sosialisasi kampanye yang dilakukan KPU bisa membuat pemuda memilih calon terbaik.

“Semoga usaha bersama ini bisa memberikan hasil yang terbaik, para pemuda dan pemilih milineal dan pemilih pemula bisa memberikan nuansa baru, dan di tengah pandemi ini kami harap para pemuda menjadi tombak awal kepatuhan terhadap penerapan protokol kesehatan saat menggunakan hak pilih di TPS,” tandas Hani. [Edi Padmo]

Berbagi artikel melalui:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Komentar

Komentar