
PATUK, (KH) — Berdasarkan data statistik dari BPS, hasil pertanian Gunungkidul secara umum sangat melimpah termasuk hasil sub sektor pertanian, yaitu perkebunan. Salah satunya komoditas buah durian yang dihasilkan petani di wilayah Kecamatan Patuk, Gunungkidul.
Besarnya potensi yang ada belum mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya komunitas petani. Sehingga sebagian besar angka kemiskinan masih terjadi di wilayah pedesaan dan kelompok mayoritas dialami oleh kelompok masyarakat sektor pertanian.
Melihat hal tersebut, pemerintah Desa Salam, Kecamatan Patuk mulai merintis Gogor Omah Duren (GOOD). Gogor Omah Duren akan digunakan sebagai simbol bertemunya antara permintaan dan penawaran komoditas pangan buah-buahan, khususnya durian.
“Gogor Omah Duren diharapkan dapat mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui aktivitas usaha ekonomi secara terpadu,” kata Subarno, Ketua Gogor Park saat acara Sarasehan Among Tani Gunungkidul, di komplek Gogor Park, Patuk, Minggu (1/3/2015).
Subarno mengatakan, Gogor Omah Duren akan menjadi pusat ekonomi terpadu. Melakukan usaha distribusi ekonomi, khusunya penyediaan kebutuhan komoditas buah durian secara profesional berbasis pangan. “Daya dukung masyarakat dan lingkungan terus kita galakkan untuk mengembangkan usaha ekonomi terpadu ini,” paparnya.
Selain itu untuk memaksimalkan Gogor Omah Duren, pemerintah desa akan meningkatkan dan memperluas jaringan, kerjasama pemerintah dan non pemerintah untuk menunjang pengembangan ekonomi terpadu. “Penataan sumber daya manusia dan pelaku usaha ekonomi terus kita asah untuk menunjang pengembangan ekonomi kawasan terpadu,” katanya.
Kegiatan wirausaha penyediaan khususnya buah durian ini sepenuhnya akan dilakukan dengan pemberdayaan masyarakat. Penataan dan tata kelola sumber daya manusia (SDM) melalui pelatihan dan pengembangan serta peningkatan kualitas dan sarana prasarana pendukung usaha ekonomi juga sudah dikoordinasikan dengan pemdes setempat.
“Gogor Omah Duren ini mulai akan kita buka tahun depan, sebab musim durian untuk tahun ini hampir berakhir,” terang Subarno.
Saat ini pemerintah Desa Patuk terus mendorong petani meningkatkan hasil buah. Melakukan usaha ekonomi terpadu melalui pengembangan potensi wisata kawasan dan lingkungan.
Sementara, pejabat sementara, Kepala Desa Salam, Kecamatan Patuk, Nuraini mengatakan, di Gogor Omah Duren nantinya akan dijual durian lokal khusus daerah Patuk. Selain untuk meningkatkan meningkatkan harga jual durian, Gogor Omah Duren diharapkan dapat meningkatkan ekonomi masyarakat.
“Sekitar 90 persen warga Salam, Patuk merupakan petani. Kegiatan yang kita buat ini kita harapkan dapat meningkatkan kesejahteraan mereka,” katanya.(Juju/Tty)





