Pembuat Olahan Krecek Ganyong Semakin Kesulitan Bahan Baku

oleh -
Tri Suwarti, ketua kelompok pembudidaya dan pengolah ganyong. KH/ Nurul.
iklan dispar

PATUK, (KH),– Pembuat krecek Ganyong di Desa Terbah, Kecamatan Patuk semakin kesulitan bahan baku. Hal tersebut terjadi lantaran kelestarian tanaman umbi ini tidak terjaga dengan baik. Masyarakat di Desa terbah tidak ada yang serius membudidayakannya.

Padahal, keberadaannya sangat dibutuhkan guna kelangsungan usaha pembuatan krecek. Menghadapi kenyataan tersebut, pembuat olahan krecek berinisiatif membentuk kelompok untuk memulai pembudidayaan.

Kelompok yang berdiri, saat ini selain membuat olahan krecek, juga telah merintis pembudidayaan tanaman Ganyong. Pembudidayaan setidaknya telah dilakukan semenjak dua tahun terakhir.

Ketua kelompok Tri Tunggal, Sri Suwarti mengatakan, sebelumnya bahan baku diperoleh dari tanaman ganyong yang tumbuh liar di pekarangan warga. Karena pelestarian tidak diupayakan, serta adanya serangan hama, bahan baku umbi Ganyong menurun drastis.

“Dahulu ibu-ibu di Desa Terbah dapat menghasilkan sekitar 1,5 kuintal krecek dalam satu bulan, belakangan produksi menurun tajam. Sebulan hanya 7 kilogram saja,” ujar Sri Suwarti, Jum’at, (10/1/2019).

Penanaman Ganyong di Desa Terbah. KH/ Nurul.

Melalui pendampingan dari Dinas Koperasi dan UKM, Tri Suwarti dan anggota kelompok kini berusaha melestarikan tanaman Ganyong. Ia menyediakan lahan khusus untuk menanam Ganyong. Kegiatan pembudidayaan dimulai dari tahap pembibitan, perawatan sampai kepada pemanenan hingga kemudian diolah.

Bagi ibu-ibu di Desa Terbah, usaha produksi krecek ganyong menjadi salah satu sumber penghasilan yang cukup menjanjikan. Produk krecek ganyong dari Desa Terbah cukup dikenal. Setiap kilogramnya mereka jual dengan harga Rp. 100 ribu. Dirinya juga mengupayakan regenerasi pembudidaya dan pengolah ganyong. Sebab saat ini, anggota umumnya terdari dari kelompok usia tua. (Nurul)

Komentar

Komentar