Pembangunan Sub Penyaluran BBM di Pelabuhan Sadeng Memudahkan Nelayan

oleh -
Peresmian Sub Penyalur BBM di kawasan Pelabuhan Sadeng. (Humas Pemkab Gunungkidul)

GIRISUBO, (KH),– Pertamina membangun Sub Penyaluran BBM di kawasan pelabuhan Sadeng di Kapanewon Girisubo. Penggunaannya diresmikan Bupati Gunungkidul, Sunaryanta Senin (23/3/2021).

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Gunungkidul, drh. Krisna Berlian menuturkan, keberadaan Sub Penyalur BBM menjadi sangat penting mengingat hal ini telah lama diharapkan masyarakat nelayan dalam rangka pemenuhan kebutuhan BBM.

“BBM menjadi sarana penting dalam operasional nelayan selain es, kedua sarana tadi menjadi komponen penting kebutuhan nelayan,” kata dia.

Menurutnya, pemenuhan BBM yang menjadi masalaah sampai saat ini karena faktor jarak yang jauh dengan lokasi penyedia BMM. Sehingga jika membeli sendiri maka kurang efisein serta terbenturnya aturan-auran yang ada dalam penyediaan BBM.

Upaya solusi mengatasi permasalahan tersebut, maka DKP Gunungkidul, Dinas Kelautan DIY menggelar audiensi dengan DPRD bersama himpunan nelayan Indonesia dapat terwujud pembangunan Sub Penyalur BBM di Sadeng.

“Gunungkidul dengan potensi perikanan laut dan bentangan pantai yang memanjang dari barat sampai timur sangat strategis. Produksi perikanan tangkap di Gunungkidul hampir memenuhi 60 % dari kebutuhan DIY,” terangnya.

Diungkapkan, hasil tangkapan pada tahun 2020 naik 50 persen dibanding tahu 2019 dan berdampak peningkatan PAD. Sub Penyalur BBM ini diawali program jangka pendek dengan menerbitkan rekomendasi untuk pembelian BBM agar dapat dibeli langsung di SPBU. Upaya tersebut sudah dilaksanakan DKP Gunungkidul sudah ditempuh sejak 2020 dan menjadi yang pertama di Yogyakarta.

“Upaya yang dilakukan sebagai solusi jangka panjang didirikan Sub Penyalur BBM,” imbuhnya.

Dalam program tersebut, di Kabupaten Gunungkidul dibangun dua Sub Penyalur yang beroperasional yakni BUMDes Sejahtera dan satu lainnya dikelola perseorangan.

Kepala Penyalur Hilir Migas dan Gas Bumi, Saryono Hadiwijoyo mengatakan, keberadaan penyalur telah sesuai dengan undang-undang yang telah diamanatkan bahwa pemerintah wajib menyediakan BBM di seluruh Indonesia.

“Serta menjamin kelancaran distribusi BBM tentang penyediaan dan pendistribusian BBM tertentu dan khusus pada wilayah yang belum terdapat penyalur. Keberadaan penyalur dapat dijadikan sebagai penyemangat yang masuk dalam nawacita,” jelas Saryono.

Bupati Gunungkidul, Sunaryanta dalam sambutanya mengucapkan terimakasih kepada PT. Pertamina yang telah berperan dalam kemudahan penyediaan BBM melalui BUMDes.

“Melihat demografi kabupaten Gunungkidul maka perlu kiranya disediakan penyalur BBM lebih banyak lagi bahkan lebih besar sehingga keberadaanya juga dapat memberikan dampak mewujudkan kesejahteraan masyarakat,” ujar Sunaryanta.

“Pengelolaan Sub Penyalur BBM BUMDes Sejahtera ini sesuai regulasi diberikan kuota 3000 liter solar dan 3000 liter premium yang di khususkan bagi nelayan,” terang Wiji Iswanto Kaur Tata Laksana Kalurahan Pucung Girisubo melengkapi keterangan.

Dalam distribusi dan penyediaan BBM masih mengacu pada rekomendasi DKP. Dijelaskan, bahwa dalam 1 bulan mampu disalurkan hingga 35 ribu liter lebih. (Kandar)

Berbagi artikel melalui:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Komentar

Komentar