Pedagang Bungkus Ketupat Mulai Panen Rejeki

oleh -
iklan dispar

KARANGMOJO, kabarhandayani.– Lebaran sudah hampir tiba, sudah menjadi tradisi hampir semua keluarga di Indonesia untuk menyiapkan ketupat sebagai menu utama saat Lebaran tiba. Sebagai hidangan untuk makan bersama dengan keluarga, kerabat yang sedang berkunjung untuk acara halal bihalal.
Merupakan tradisi tahunan merayakan Lebaran dengan hidangan ketupat lebaran. Rasanya kurang lengkap jika ketupat lebaran tidak bersanding dengan opor ayam. Peluang tersebut yang kemudian dimanfaatkan banyak orang untuk jualan bungkus ketupat dari daun kelapa muda atau janur.
Saat ini tidak perlu repot-repot membuat bungkus ketupat dari janur. Setiap menghadapi Lebaran di sepanjang jalan pasti akan banyak dijumpai pedagang bungkus ketupat janur.
Salah satunya berada di Jalan Wonosari–Karangmojo, puluhan pedagang bungkus ketupat dadakan sejak H-3 Lebaran sudah mulai memajang dagangannya di pinggir-pinggir jalan.
Salah satu pedagang bungkus ketupat janur Tupon sudah berjualan bungkus ketupat sejak sekitar 4 tahun yang lalu, Ia berjualan bungkus ketupat setiap mendekati Lebaran. Tupon warga Selang, Wonosari mengaku bahan janur didapat dari membeli dari tetangga yang memiliki pohon kelapa.
Tupon menjelaskan, Satu tangkai janur dibeli dengan harga Rp 10.000,-. Dari satu tangkai janur dapat dibuat sekitar 50 bungkus ketupat. Kemudian ketupat diikat per sepuluh biji dan dijual dengan harga Rp 5.000 hingga Rp 7.000,-.
“Saya jual Rp 5.000,- untuk yang naik sepeda motor dan kalau naik mobil Rp 7.000,- tapi kalau ditawar Rp 5.000,- ya saya kasih” ungkap Tupon sambil tersenyum.
Dalam sehari Tupon mendapat keuntungan rata rata seratus ribu dan ketika menjelang sore saat Ia harus menyiapkan hidangan berbuka puasa dagangan bungkus ketupatnya gantian ditunggui suaminya. Tupon selain berjualan di Jalan Wonosari-Karangmojo juga berjualan di pasar Wonosari. (Heri_Purnomo/Hfs)

Komentar

Komentar