Partisipasi Masyarakat Menggunakan Hak Pilih di Pilkada 2015 Menurun 

oleh -2956 Dilihat
oleh
Salah satu proses Pilkada di Gunungkidul, Foto: Dok. KH
Salah satu proses Pilkada di Gunungkidul, Foto: Dok. KH
Salah satu proses Pilkada di Gunungkidul, Foto: Dok. KH

WONOSARI, (KH)–Jumlah angka partisipasi masyarakat Kabupaten Gunungkidul dalam Pilkada 2015, hanya sebesar 70 persen. Data tersebut berdasarkan pantauan dan prediksi sementara yang dilakukan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Gunungkidul.

Ketua KPU Kabupaten Gunungkidul, Zainuri Ikhsan mengungkapkan bahwa pada Pileg 2014 saja diketahui angka partisipasi warga sebesar 77 persen. Sedangkan pada Pilpres 2014 sebanyak 78,5 persen. Ia mengaku, catatan rendahnya partisipasi warga dalam Pilkada ini juga dikemukakan oleh sejumlah Panitia Pemungutan Kecamatan.

“Kami tidak tahu persis yang menyebabkan angka partisipasi ini rendah. Sepertinya ini bukan hanya terjadi di Gunungkidul, melainkan di Bantul, Sleman juga,” tuturnya di halaman kantor KPU Kabupaten Gunungkidul, Kamis (10/12).

Angka partisipasi yang tidak menyentuh angka 80 persen ini bahkan diungkapkan Camat Saptosari, Jarot Hadiatmojo.

“Partisipasi masyarakat dalam Pilkada 2015 terhitung 70 persen,” ucapnya.

Angka 70 persen ini juga muncul dalam hasil pantauan Anggota Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kabupaten Gunungkidul, Ton Martono.

Menurut Ton, partisipasi warga rendah dalam Pilkada 2015 karena Pemilu sudah terlalu sering dilaksanakan, dan konsepnya monoton. Maka sebagian masyarakat telah mengalami kejenuhan, sehingga menjadikan nurani warga menjadi sangat pragmatis.

“Kondisi itu, membuat sebagian pemilih bersifat apatis. Tapi ini sudah dianggap bagus, daripada terjadi Kepala Daerah yang dipilih melalui Dewan Perwakilan Rakyat Daerah,” jelasnya.

Sementara Pemerhati Politik Universitas Atma Jaya Yogyakarta, Lukas Ispandriarno justru memperkirakan sistem pemilihan yang baru memberikan pengaruh menyebabkan angka partisipasi warga dalam Pilkada 2015 menurun.

“Misalnya saja kampanye difasilitasi KPU, sehingga kelihatan sepi, situasi ini bukan hanya di Gunungkidul saja, tapi di Bantul, Sleman. Selain itu bisa jadi juga sebuah kejenuhan, karena ada empat peserta, jadi warga bingung memilih yang mana,” pungkasnya. (Maria Anjani).

Berbagi artikel melalui:

Komentar

Komentar