PAN Gunungkidul: Tidak Ada Oposisi di Daerah, Kami Mitra Kritis Pemerintah

oleh -
Partai amanat nasional
Ketua DPD PAN Gunungkidul, Arief Setyadi. (Istimewa)

WONOSARI, (KH),— Dewan Pimpinan Daerah Partai Amanat Nasional (DPD PAN) Gunungkidul, menegaskan bahwa pihaknya tidak memproklamirkan diri sebagai oposisi di Pemerintah Daerah Gunungkidul, tetapi sebagai mitra yang mengkritisi jika kebijakan yang diambil pemerintah dalam rangka membangun Gunungkidul tidak sesuai atau terlalu dipaksakan .

Hal ini disampaikan oleh ketua DPD PAN Gunungkidul, Arif Setiadi. Arif menilai banyak program Bupati Gunungkidul yang dianggap terlalu muluk – muluk dan perlu dikritisi.

“Program dan visi misi bupati terpilih Sunaryanta banyak yang terlalu muluk – muluk sehingga perlu dilakukan kritik dan diberi masukan,” kata Arif, dalam acara Upgrading Orientasi pengurus di kantor DPD PAN di Wonosari, Gunungkidul, Sabtu (5/6/2021).

Menurut Arif, jika standar program dijalankan dengan baik, maka pihaknya akan sepenuhnya mendukung, tapi jika kebijakan yang diambil kurang tepat, maka harus ada yang memberi energi pembenaran dan pembenahan.

iklan upk hari jadi

Sekali lagi, Arif menekankan, bahwa dalam pemerintahan tidak ada oposisi maupun koalisi khususnya di di daerah. Namun demikian dia mengaku tidak bisa keluar dari stigma masyarakat tentang hal itu.

“Dalam Pilkada tahun 2020 lalu PAN Gunungkidul memang bukan menjadi parpol pengusung Bupati Sunaryanta dan Wakil Bupati Heri Susanto, jadi stigma oposisi memang melekat di kami,” lanjut Arif.

“Kami memang mengakui, bahwa sikap kami memang menjadi mitra kritis Pemda Gunungkidul, tugs PAN tidak beda dengan tugas dan kewajiban DPRD dari Golkar maupun PKB sebagai partai pengusung Sunaryanta – Heri Susanto,” lanjut Arif lagi.

Lebih lanjut Arif menyatakan, salah satu program Bupati yang dianggap terlalu muluk adalah tentang program pariwisata Gunungkidul yang mendunia.

“Dalam program Pariwisata Gunungkidul mendunia, selama tiga bulan pemerintahan berjalan, masih banyak yang perlu di evaluasi, terutama dalam pembangunan infrastruktur pariwisata yang masih minim,” terang anggota DPRD propinsi dari partai berlambang matahari ini.

Menurutnya, dengan minimnya infrastruktur pariwisata, target untuk pariwisata Gunungkidul mendunia adalah merupakan hal yang muluk, dan perlu banyak pembenahan.

Arif menambahkan, jika PAN memang masih menyangsikan hal tersebut apalagi di tengah pandemi COVID-19 yang tak kunjung usai ini.

Saat disinggung soal program investasi dari Sunaryanta, Arif menyatakan bahwa PAN tidak menolak terhadap investor yang masuk ke Gunungkidul. Sepanjang itu demi tujuan untuk kemakmuran seluruh masyarakat.

“Soal investasi, di tengah Pandemi ini, investor yang masuk faktanya mengalami penurunan, kami ingin pemerintah mempunyai data dan angka pasti tentang investor yang masuk ke Gunungkidul, juga aturannya harus jelas,” tandasnya. [Edi Padmo]

Berbagi artikel melalui:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Komentar

Komentar