Nelayan Gigit Jari Karena Hasil Tangkapan Ikan Menurun

oleh -
Nelayan sedang memperbaiki jala.
iklan dispar

SAPTOSARI, (KH) — Hampir sepekan nelayan Pantai Ngobaran harus gigit jari, karena hasil tangkapan ikan yang menurun. Hal ini diungkapkan beberapa nelayan saat sedang memperbaiki peralatan perahu dan jaring ikan di kawasan Pantai Ngobaran. Dalam seminggu belakangan ini beberapa nelayan enggan untuk melaut untuk beberapa waktu ini.

“Sebelum liburan keberadaan ikan masih mudah ditemui. Saat ini keberadaan ikan sulit dicari, sehingga pendapatan untuk menghidupi keluarga juga ikut menurun,” kata Diyono nelayan asal Desa Gebang, Kanigoro.

Diyono mengatakan, tangkapan ikan yang menurun semakin membuat pusing para nelayan. Meski harga BBM menurun, ternyata masih belum memberikan pengaruh kepada sebagian besar nelayan. “Belum lagi jika hasil tangkapan menurun seperti saat ini, kami harus tombok untuk biaya oprasional,” ujarnya.

Ia mengungkapkan, harus berangkat pada pukul 03.00 wib dan kembali ke pantai Ngobaran pada pukul 12.00 wib. “Karena tangkapan menurun, akhir-akhir ini kami gunakan waktu untuk memperbaiki peralatan dan perahu,” ungkap Diyono.

Hal yang sama dirasakan oleh Wariyo warga Gebang, Kanigoro. Wariyo mengganti aktivitasnya untuk sementara waktu sebagai buruh bangunan. “Selagi ikan susah didapat, kebetulan di desa saya baru ada yang membangun rumah. Untuk sementara waktu saya bekerja sebagai tukang,” ungkap Wariyo.

Wariyo menjelaskan, hasil tangkapan nelayan Pantai Ngobaran langsung dijual ke Tempat Pelelangan Ikan Pantai Ngobaran. “Meski demikian, tidak jarang terdapat pedagang keliling yang memebeli langsung kepada nelayan,” pungkasnya. (Atmaja/Tty)

Komentar

Komentar