Musim Panen Rumput Laut di Pesisir Wediombo

oleh -
iklan hut ri multazam

GIRISUBO, kabarhandayani,– Warga di kawasan pesisir Pantai Wediombo sedang menikmati masa panen rumput laut agar-agar. Ini adalah musim yang ditunggu-tunggu para warga, karena rumput laut pantai selatan hanya bisa dipanen setahun satu kali saja. Itu pun hanya dapat dipanen jika air laut benar benar surut.
Para warga pesisir memanen rumput laut agar agar ketika air benar benar surut dan tenang. Mereka memanen ketika pagi hari untuk saat ini karena air surut pagi hari. Warga menuturkan bahwa hasil panenan saat ini tergolong kurang banyak tidak seperti tahun kemarin. Mereka menduga penyebabnya adalah oleh cuaca yang tidak stabil.
Hasil panenan rumput laut tersebut dijual di pasar tradisional atau pun dijual langsung ke para tetangga. Masyarakat tidak menjual ke luar daerah. Warga menyatakan bahwa hasil panenan tahun ini untuk memenuhi permintaan di pasar sekitar masih kurang, dan ini menjadikan harga rumput laut cukup tinggi.
Larang mas regane, wingi adol sak bagor ukuran 20 kg kae Rp 50.000,” ungkap Rubiyo (38), salah satu warga Jepitu. Karena hasil panenan yang berkurang, di pasar-pasar tradisional rumput laut saat ini belum begitu banyak dijual.
Warga sekitar Wediombo biasanya menjual rumput laut tidak menggunakan timbangan. Mereka menjual hanya dengan perkiraan. Di pasar tradisional harga rumput laut ukuran plastik putih setengah kilo bisa mencapai Rp 5.000-7.000,- Untuk ukuran satu kantong ukuran standar 50 kg, harga rumput laut ini bisa mencapai Rp 300-an ribu.
Walaupun harga rumput laut sedang mahal, hasil panenan ini selalu habis terjual di pasar seputar Girisubo. Rumput laut ini banyak dicari pembeli. Rasanya yang khas menjafikan rumput laut ini menjadi buruan. (Heri-Purnomo/Jjw)

Komentar

Komentar