Untuk musim tanam berikutnya dirinya telah mempersiapkan stek batang ubi kayu Ketan Bima Sena dengan modifikasi. Ia membuka kulit mata tunas stek sehingga harapannya akan tumbuh akar yang akan menjadi ubi.
Satu batang stek Panjang 25 cm dibuka 4 sampai 5 mata tunas terbawah. Dirinya berharap dengan model stek baru tersebut hasil ubi kayu akan meningkat minimal menjadi 30 sd 40 kilogram per batang. Selain itu cara tanam juga dirubah dengan cara dibumbun, yakni ditambah guludan/tambahan tanah sehingga lebih gembur untuk perakaran dan memudahkan pemanenan. Saat ini dirinya telah melakukan uji coba menanam 31 stek dengan harapan mampu menghasilkan 1 ton ubi kayu Ketan Bima Sena basah. Rencananya panen di lahan percobaan di pekarangan rumahnya akan dilakukan pada bulan Maret 2021.
“Untuk pupuk yang digunakan berasal dari kotoran ayam yang telah difermentasi,” tukas Tumiran. (Kandar)







