Mobil yang Dipakai Menabrak Sejoli di Nagrek Beberapa Kali Dibawa Pulang ke Rumah

oleh -
Nagrek
Dukuh Gading4, Gading, Playen, Gunungkidul, Supriadi. (KH)
ucapan natal pemkab

GUNUNGKIDUL, (KH),– Peristiwa kecelakaan lalu lintas di Nagrek, Bandung, Jawa Barat yang melibatkan tiga anggota TNI AD gempar mengagetkan publik.

Insiden pada 8 Desember 2021 lalu yang menewaskan sejoli HS dan S cukup tragis. Berdasar keterangan Pusat Penerangan (Puspen) TNI, dua korban yang semula dibawa oleh oknum TNI ditemukan di 2 titik berbeda di sepanjang Sungai Serayu pada 11 Desember lalu.

Belakangan, berdasar perkembangan proses hukum, oknum TNI yang menabrak korban, bukan membawa korban ke fasilitas kesehatan untuk mendapat perawatan selepas insiden. Namun, justru membuangnya di dua tempat berbeda.

Tiga Oknum Anggota TNI AD tersebut diantaranya Kolonel P berstatus tugas di Korem Gorontalo, Kodam Merdeka. Dia sempat menjabat sebagai Komandan Kodim Gunungkidul 0730/Gunungkidul antara tahun 2015/2016. Kopral Dua DA saat ini berstatus tugas di Kodim 0730/Gunungkidul. Sementara satu lainnya yakni Kopral Dua Ahmad, yang aktif tugas di Kodim Demak, Kodam Diponegoro. Ketiganya saat ini tengah menjalani proses hukum di kesatuan masing-masing.

Komandan Kodim (Dandim) 0730/Gunungkidul, Letkol Kav Anton Wahyudo enggan memberikan keterangan mengenai salah satu anggotanya yang terlibat kasus tersebut.

“Mohon maaf keterangan pers secara resmi akan dijelaskan dan disampaikan oleh Kapendam III/Siliwangi dan Pomdam III/Siliwangi sebagai penyidik. Disisi lain locus delicti (TKP) berada di wilayah hukum Pomdam III/Siliwangi (Jabar). Mohon maaf Kami tidak berkewangan utk memberikan informasi maupun keterangan karena tidak mengetahui fakta maupun data hasil penyidikan dan Olah TKPnya,” kata Letkol Kav Anton Wahyudo belum lama ini.

Sementara itu, Dukuh Gading 4, Kalurahan Gading, Playen, Gunungkidul, Supriadi membenarkan DA merupakan warganya. Sepengetahuan dia sebelum bertugas di Kodim 0730/Gunungkidul, DA bertugas di luar Jawa.

Kesehariannya, selama bertugas di Gunungkidul cukup jarang berinteraksi dengan lingkungan karena kesibukan tugas. DA dikenal sebagai sosok biasa-biasa saja. Tak ada karakter mencolok dari sikapnya. DA dulu dikenal hobi main sepakbola dan basket.

“Ya biasa saja orangnya, sesekali bergaul dengan warga sekitar, biasanya malam disela rutinitas tugas,” kata Supriadi saat ditemui di balai Kalurahan Gading, Senin (27/12/2021).

Diceritakan, DA lahir dan tumbuh di Gading 4. Dia merupakan dua bersaudara anak dari pensiunan ASN. Pasca menikah, status domisilnya sesuai data kependudukannya ikut istrinya yang beralamat di luar DIY.

“Kalau libur biasanya pulang ke rumah istrinya. Saat ini sudah dikaruniai dua orang anak,” ungkap Supriadi.

Supriadi tahu jika warganya terlibat kecelakaan dari tayangan berita yang hangat belakangan ini. Dia mengaku mencocokkan mobil jenis Panther yang dipakai saat terjadi insiden yang muncul di tayangan berita. Mobil tersebut beberapa kali juga pernah dibawa pulang ke rumah orang tuanya di Gading 4.

“Saya lihat sih mobil yang terlibat kecelakaan memang beberapa kali di bawa ke sini,” terang dia.

Selama ini, Supriadi tak pernah melihat ada petugas Kodim mengunjungi kediaman orang tua DA. Begitu juga dengan kerabat keluarga DA, tak nampak berkumpul belakangan ini pasca berita kecelakaan heboh terisar.

“Keluarga nampak tertutup juga. Terakhir ketemu saat nyuci mobil. Kami ya sekedar saling menyapa,” tukasnya. (Kandar)

Berbagi artikel melalui:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Komentar

Komentar