Menjadi Buruh Ladang Mencukupi Kebutuhan Keluarga

oleh -
kadhung tresno

PONJONG, (KH)  — Beberapa petani di Kecamatan Ponjong memanfaatkan musim tanam untuk mendapatkan pekerjaan. Pekerjaan yang mereka lakukan, mulai dari tanam benih, pemupukan dan atau menyiangi ladang milik petani lain, dengan mendapat upah.

Suratmi (38) warga Simo, Ponjong mengatakan, dirinya berusaha mencukupi kehidupan keluarganya dengan menjadi pekerja buruh ladang. Membantu suami yang bekerja sebagai buruh bangunan. “Kami berangkat bersama setelah anak berangkat ke sekolah,” katanya, Minggu (11/1/2015).

Saat ini petani di Kecamatan Ponjong baru menyiangi tanaman. Suratmi bersama tetangganya menyiangi tanaman padi milik warga. “Kadang kerja sampai sehari penuh, kadang setengah hari,” ujarnya.

Upah sehari yang diterima Suratmi sebesar Rp 50 ribu sudah termasuk makan. “Kalau setengah hari, ya, kadang 25 ribu kadang 30 ribu. Tergantung pemilik sawah,” imbuh Suratmi.

Kepada KH, ia memaparkan, setiap pagi harus membuat makanan untuk anak dan ibunya saat ia bekerja seharian. Pada sore hari saat sudah selesai bekerja, ia lebih memilih membeli lauk karena anaknya telah memasak nasi di rumah.

Sementara itu, Wajiyem (43) tetangga Suratmi mengatakan, alasannya menjadi seorang buruh ladang, dikarenakan lahan sawah miliknya sudah selesai digarap. Ia mengaku hampir setiap musim tanam selalu memanfaatkannya dengan menjadi buruh ladang.

“Untuk menyekolahkan anak yang baru duduk di kelas 2 SMP, karena suami yang bekerja di Jogja mengirim uang dua minggu sekali. Untuk sangu setiap hari dan makan harus ada setiap hari,” ungkap Wajiyem.

Meski harus berpanas-panas di bawah terik matahari, ia mengaku bangga karena masih bisa menyekolahkan anak dan menghidupi kedua orangtuanya. “Meski dalam keadaan serba kekurangan, cita-cita saya mampu menyekolahkan anak, minimal lulus SMA,” pungkas Wajiyem. (Atmaja/Tty)

Komentar

Komentar