Mengejutkan, Sehari 102 Warga Gunungkidul Dinyatakan Terpapar COVID-19

oleh -
dinkes Gunungkidul
Kepala Dinkes Gunungkidul, Dewi Irawaty. (KH/Kandar)

WONOSARI, (KH),– Kasus COVID-19 di Gunungkidul meroket lagi. Bahkan kasus baru naik cukup signifikan. Hari ini, Senin (14/6/2021) Dinas Kesehatan (Dinkes) Gunungkidul melaporkan, terdapat 102 warga terkonfirmasi positif COVID-19.

“Sehingga terdapat pasien dalam perawatan sebanyak 586 orang,” kata Dewi.

Pihaknya menyebut ada klaster baru yang muncul. Selain baru klaster penularan tersebut juga mengakibatkan banyak warga terpapar COVID-19.

“Klaster hajatan di Tepus cukup besar,” kata dia. Diungkapkan klaster tersebut hingga hari ini telah menyebabkan 43 orang positif COVID-19.

Pihaknya saat ini belum bisa memberikan data rinci mengenai asal klaster yang melambungkan angka kasus COVID-19 di Gunungkidul.

Data yang ia bagikan masih seputar pergerakan angka kasus COVID-19. Hingga hari ini  setidaknya tercatat ada 3725 kasus COVID-19 di Gunungkidul. Sembuh sebanyak 2967 pasien.

“Kasus kematian tambah 1, sehingga totalnya ada 172,” imbuh Dewi.

Pihaknya bersama jajaran petugas media di tingkat kapanewon masih terus melakukan tracing dari klaster-klaster yang muncul belakangan ini.

Berdasar wilayah Kapanewon, Playen menduduki peringkat pertama dengan jumlah pasien COVID-19 terbanyak. Wilayah yang terdapat klaster ponpes, pabrik tas dan tahlilan ini terdapat 134 pasien. Disusul Kapanewon Panggang dengan 58 pasien COVID-19.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Gunungkidul, Heri Nugroho meminta agar Pemkab segera bereaksi dengan mengambil kebijakan yang tepat dalam penanganan COVID-19.

Sementara itu, anggota DPRD dari fraksi PKS, Ari Siswanto, meminta untuk sementara waktu mengajak menunggu intruksi dari Gubernur DIY. Bersamaan alangkah baiknya, fokus pada pengetatan Protokol Kesehatan (Prokes).

“Ssatgas pada semua level untuk segera saling koordinasi mensikapi penambahan kasus,” ujar dia. (Kandar)

Berbagi artikel melalui:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Komentar

Komentar