Mencukupi Biaya Kuliah 8 Anak Dengan Jual Jamu

oleh -
iklan dispar

SEMANU, kabarhandayani.РJamu (Herbal medicine) sebagai salah satu bentuk pengobatan tradisional, memegang peranan penting dalam pengobatan penduduk di negara berkembang. Diperkirakan sekitar 70-80% populasi di negara berkembang memiliki ketergantungan pada obat tradisional (Wijesekera, 1991; Mahady, 2001). 

Secara umum jamu tradisional yang diproses dengan benar dianggap tidak beracun dan tidak menimbulkan efek samping. Khasiat jamu telah teruji oleh waktu, zaman dan sejarah, serta bukti empiris langsung pada manusia selama ratusan tahun (Winarmo, 1997).

Jamu gendong pada umumnya digunakan untuk maksud menjaga kesehatan. Orang membeli jamu gendong seringkali karena kebiasaan sebagai minuman kesehatan yang dikonsumsi sehari-hari. Berkat jamu gendong inilah ibu 8 orang anak yang terdiri dari 4 putra dan 4 putri ini dapat menyekolahkan hingga perguruan tinggi putra putrinya hingga beliau sendiri dapat melaksanakan umroh ke tanah sci.

Mbah Sukirah (82) penjual jamu dari Semanu Tengah, Desa Semanu, Kecamatan Semanu menjelaskan, Ia menjual jamu jamu tradisional yang dibuat dengan alat-alat yang masih sederhana yakni menggunakan pengaron dari tanah liat dan menggunakan kayu bakar untuki menjaga kualitas dan menggunakan bahan-bahan yang asli dan tanpa bahan pengawet. Sukiraj juga mengungkapkan pernah diundang sebagai narasumber oleh GKR Hemas mengenai jamu tradisional beberapa tahun yang lalu.

“Jamu yang saya buat semuanya alami sehingga saya dapat bertahan dan pelanggan tetap setia hingga kurang lebih 25 tahun berjualan jamu”, paparnya (27/6/2014).

Dengan modal antara Rp 100.000,00 hingga Rp 150.000,00, Sukirah bisa membuat jamu beras kencur, kunir asem dan jamu pahitan dengan keuntungan antara Rp 150.000,00 hingga Rp 250.000,00. Menurut Sulastri(37), “Pelanggan jamu ibuk bukan hanya dari kawasan Semanu bahkan jamu ibuk sudah sampai luar kota saat digunakan sebagai oleh oleh,” katanya. (Jhody/Hfs)

 

Komentar

Komentar