Masyarakat Desa Sawahan Ponjong Tanggulangi Longsor

oleh -
Longsoran tanah di Padukuhan Jatisari Desa Sawahan Ponjong. Foto: Hari.
iklan dispar
Longsoran tanah di Padukuhan Jatisari Desa Sawahan Ponjong. Foto: Hari.
Longsoran tanah di Padukuhan Jatisari Desa Sawahan Ponjong. Foto: Hari.

PONJONG,(KH)— Cuaca yang tidak menentu memang sangat beresiko. Hujan deras yang mengguyur kecamatan Ponjong beberapa hari berakibat longsornya tebing di Padukuhan Jatisari, Desa Sawahan, Kecamatan ponjong.

Longsoran ini terjadi pada Senin (19/1/2015) dini hari, terjadi saat hujan deras yang mengguyur wilayah ini. Panjang tebing yang longsor 40 meter dengan ketinggian 10 meter. Panjang retakan akibat longsoran tanah tersebut mencapai 100 meter. Di tempat kejadian ini terdapat beberapa rumah warga yang sangat rawan terkena longsoran, karena jarak retakan sangat dekat dengan pondasi rumah.

Bowo Sutrisno, Kepala Desa Sawahan menyatakan, pihaknya telah melaporkan kejadian ini ke kantor Kecamatan dan BPBD Kabupaten Gunungkidul. Untuk sementara, warga masyarakat melakukan kerja bakti pembersihan longsoran dengan cara menebang bambu yang banyak tumbuh di area longsor dan retakan. Juga dilakukan penambalan pada retakan-retakan agar tidak terkena air.

“Pagi ini Pak Camat sudah meninjau langsung ke lokasi bersama rombongan dan langsung melaporkan ke Badan Penanggulangan Bencana Kabupaten, diharapkan dalam 2 hari kedepan sudah ada respon dari dinas terkait,” tambah Bowo.

Dukuh Jatisari Prapto, saat ditemui di tempat terpisah mengatakan, longsor terjadi pada Senin malam (19/1/2015). Terjadi pada saat hujan deras, dan sebenarnya sudah beberapa kali pernah terjadi longsor tapi tidak separah kali ini.

“Hari ini warga RT 2 dan RT 3 kerja bakti untuk membersihkan longsor, dan juga memotong bambu yang ada, supaya nanti kalau hujan dan terjadi longsor lagi tidak tumbang dan menimpa rumah warga,” tambah Prapto.

“Akibat dari longsor ini, rumpun bambu yang ada di sepanjang tebing ada yang tumbang dan menimpa salah satu rumah warga. Di area ini ada 2 RT yang rumahnya terancam terkena longsor, yaitu di RT 2 ada 4 KK, sedangkan di RT3 ada 6 KK dengan total ada 10 KK dengan total sebanyak 38 jiwa,” imbuh Prapto.

Kondisi cuaca yang tidak menentu dan lebih sering hujan akhir-akhir ini membuat warga di Padukuhan Jatisari merasa was-was, terutama warga yang berada di dekat tebing. Ada beberapa warga yang mulai mempertimbangkan untuk pindah dari rumah yang ditempati sekarang.(Hari)

Komentar

Komentar