Malam Puncak HUT Purwosari, Refleksi Untuk Lebih Maju

oleh -
Kecamatan Purwosari. Foto : Kandar
iklan dispar
Kecamatan Purwosari. Foto : Kandar
Kecamatan Purwosari. Foto : Kandar

PURWOSARI, (KH) — Sebagai puncak acara peringatan HUT Kecamatan Purwosari digelar acara tirakatan yang diikuti camat bersama Muspika, perangkat desa dan juga tokoh warga dari berbagai unsur, Jumat, (20/3/2015) malam.

Pada kesempatan tersebut dihadiri Winaryo, SH, M.Si (Kabag Administrasi Pemerintahan umum Setda Kab GK) dan tamu undangan lain seperti Gunawan, SSos (Camat Panggang), Jarot Hadiatmojo SIP, MSi (Camat Saptosari).

Acara yang diselingi hiburan kelompok kesenian cokekan  karawitan (uyon-uyon ringkes) dari Giripurwo tersebut juga merupakan refleksi perjalanan Kecamatan Purwosari selama ini.

Drs Sukis Hariyanto Camat Purwosari, Senin, (23/3/2015) menyampaikan kepada KH apa yang menjadi bahan refleksi serta evaluasi sekaligus pencapaian prestasi umur Purwosari yang menginjak 14 tahun.

Menurutnya, banyak potensi yang masih perlu untuk terus digali, agar memberikan manfaat bagi warga Purwosari khususnya. Kecamatan Purwosari, papar Sukis, menyimpan potensi yang sangat prospektif, terutama sektor pariwisata di kawasan Girijati (Situs Gembirowati, Sendang Beji, Paralayang Gumpit dan Gua Langse). Lebih-lebih didukung dengan telah berdirinya lebih dari 18 penginapan dan 1 satu hotel berbintang ‘Queen of the South’.

Masih perihal wisata, Kawasan Gua Cerme di Giritirto menawarkan susur sungai bawah tanah sepanjang sekitar 1.500m. Untuk kawasan wisata Girijati dan Gua Cerme Giritirto telah selesai disusun oleh pemerintah Kabupaten Gunungkidul. Tak hanya itu, ditambah lagi telah adanya kuliner khas Purwosari  yang telah populer, yaitu pepes ikan  Giritirto  dan olahan codot Giripurwo.

Dalam Rencana Detail Tata Ruang (RDTR)  Kabupaten Gunungkidul, Purwosari merupakan zona pengengembangan wisata dan kawasan lindung setempat. Kawasan lindung setempat ini didasari oleh kondisi riil di Purwosari zona utara (Giritirto, Giriasih dan Girijati) di wilayah ini banyak mata air berskala lokal yang dapat memenuhi  kebutuhan air bersih maupun irigasi skala kecil. Sehingga tidak mengherankan bahwa angka kemiskinan di Purwosari di bawah rata-rata angka kemiskinan Kabupaten Gunungkidul yang mencapai 22%. Hal tersebut salah satunya karena didukung kondisi alam dan keuletan warga Purwosari.

“Hal yang memprihatinkan adalah munculnya kandang ternak ayam  yang keberadaannya tidak sesuai dengan RDTR yaitu kawasan pengembangan wisata dan lindung setempat bukan kawasan peternakan unggas”, keluh Sukis.

Lima tahun ke depan, seiring selesainya pembangunan jalur jalan lintas selatan (JJLS), Bandara Kulonprogo, dan pelabuhan Adikarta maka Purwosari akan menjadi pintu gerbang utama untuk masuk Gunungkidul dari arah barat. Sampai saat ini pembangunan JJLS masih terkendala titik temu Bantul – Gunungkidul dikawasan Parangtritis. Harapan ke depan dengan terselesainya JJLS maka pengembangan wilayah Purwosari yang merupakan wilayah ujung kulon Kabupaten Gunungkidul dapat berkembang dengan baik menuju Pemberdayaan Masyarakat dan Kesejahteraan Masyarakat. (Kandar)

Komentar

Komentar