LPI: SMAN 1 Sewon Juara III, Lawan Tanding Tidak Hadir

oleh -
iklan dispar

WONOSARI, Kabarhandayani; SMAN 1 Sewon Bantul yang pernah disingkirkan SMAN 4 Yogyakarta pada babak 4 besar Liga Pendidikan Indonesia (LPI) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) akhirnya mampu mengobati kekecewaan mereka dengan membawa pulang trofi tahta ke-3 karena SMAN 1 Ngaglik Sleman yang menjadi calon lawan mereka tidak menghadiri pertandingan.

Pertandingan memperebutkan juara ke-3 ini seharusnya dijadwalkan di Gelora Handayani pada Jumat (16/5/2015). Namun, tim SMAN 1 Ngaglik Sleman sampai jam sesuai jadwal tidak hadir di lapangan pertandingan. Hal ini seperti yang diungkapkan Pengawas pertandingan Sujariyanto. Ia menyatakan ketidakhadiran SMAN 1 Ngaglik ini sesuai aturan pertandingan menyebabkan SMAN 1 Sewon menang secara walkover (WO).

Sekolah yang meraih juara 3 secara cuma-cuma ini juga berhak atas uang pembinaan sejumlah Rp. 1 juta. “Mereka yang tidak hadir dinyatakan WO, karena tidak hadir dalam pertandingan sesuai jadwal yang telah ditentukan. Sehingga otomatis yang menang SMAN 1 Sewon,” jelas Sujariyanto, Jumat (16/5/2014) di Gelora Handayani.

Sementara dalam kesempatan yang sama Agus Manaji, Kabid Pemuda dan Olahraga Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Gunungkidul menyatakan ketidakhadiran SMAN 1 Nganglik karena adanya kericuhan yang terjadi pada bus rombongan mereka yang dilempari batu oleh orang-orang tak dikenal saat menuju ke stadion Gelora Handayani. Kejadian ini menyebabkan bus yang mengangkut rombongan anak-anak SMAN 1 Ngaglik ini tidak bisa melanjutkan perjalanan.

“Ketidakhadiran SMAN 1 Ngaglik tadi karena ada permasalahan intern. Dari laporan yang saya terima, bus yang membawa rombongan dilempari batu di daerah Monjali (Monumen Jogja Kembali.red),” jelas Agus. Terkait pelaku yang melakukan pelemparan batu, Agus menuturkan, “kami belum tahu soal itu, yang pasti ketidakhadirannya karena masalah intern seperti itu,” pungkasnya.

 

Penulis: Sumaryanto. Editor: Jjwidiasta.

Komentar

Komentar