Lomba Memasukkan Paku ke Dalam Botol Latih Gotong-royong

oleh -
iklan dispar

TANJUNGSARI, kabarhandayani.– Kemeriahan perayaan peringatan HUT RI masih dapat dirasakan hingga sekarang. Meski seminggu waktu telah berlalu dari puncak perayaan pada tanggal 17 Agustus 2014 kemarin, namun berbagai perlombaan dalam menyongsong hari kemerdekaan RI ke-69 tetap dilaksanakan hingga hari ini.
Kemeriahan acara terjadi pada berbagai perlombaan yang dilakukan oleh muda-mudi yang tergabung dalam FRMDK atau Forum Remaja Masjid Desa Kemiri, Minggu (24/8/2014) di Balai Padukuhan Ngasem, Kemiri, Tanjungsari. Acara yang diselenggarakan muda-mudi ini melibatkan ratusan anak-anak se-Desa Kemiri.
Aneka perlombaan tersebut di antaranya lomba estafet karet, estafet bola pingpong, lomba memasukkan paku dalam botol, serta memasukkan kelereng dalam mangkok. Dari berbagai perlombaan, lomba memasukkan paku dalam botol paling diminati dan begitu antusias diikuti anak-anak. Kegiatan dimulai dengan apel pembukaan yang dihadiri oleh perwakilan Pemerintah Desa Kemiri, PHBN serta Karang Taruna Desa Kemiri.
Anak-anak peserta lomba dan penonton begitu gembira ketika menyaksikan teman-teman mereka berusaha memasukkan paku ke dalam botol. Perlombaan agak berbeda dari biasanya karena setiap paku harus dimasukkan oleh 3 anak dengan cara kerjasama melalui seutas tali yang diikatkan pada pinggang. Selain konsentrasi, perlombaan ini membutuhkan kerja sama antar peserta dalam 1 tim. Sebagai bentuk apresiasi, peserta pemenang diberikan hadiah hiburan berupa peralatan dan perlengkapan sekolah.
“Perlombaan memang dirancang membutuhkan kerja sama antar anak dalam 1 tim seperti ini, agar nantinya anak-anak bisa merealisasikan dalam kehidupan nyata dan mendorong watak kegotong-royongan,” ujar Hanif selaku ketua FRMDK.
Hanif menambahkan, kegotong-royongan perlu ditanamkan kepada anak-anak sejak dini karena ia menilai budaya ini sudah mulai luntur di era moderen.  Salah satu cara yang bisa ia perbuat bersama teman-temannya yaitu dengan menyelenggarakan kegiatan kompetitif namun dibutuhkan kerja sama yang kuat.
“Saya senang bisa memasukkan pakunya ke dalam botol. Memang agak susah karena talinya sering ditarik-tarik oleh teman, tapi akhirnya bisa berhasil juga,” ujar Ikhsan, salah satu peserta lomba dengan raut gembira. (Maryanto/Hfs)

Komentar

Komentar