Lima Pemuda Pelopor Gunungkidul Siap Maju Tingkat DIY

oleh -
iklan dispar

WONOSARI, kabarhandayani,– Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Gunungkidul hari ini Selasa (1/7/2014) mengumumkan hasil penilaian lomba pemuda pelopor tingkat kabupaten.

Dari proses penilaian yang sudah melalui tahap penilaian administrasi dan kunjungan lapangan sejak 25 Juni sampai 27 Juni 2014 ke sejumlah 17 peserta yang terbagi dalam 5 bidang yaitu bidang pangan, bidang komunikasi dan informasi, bidang pendidikan, bidang sosial, budaya dan pariwisata serta bidang sumber daya alam.

Suparto, salah satu juri pemuda pelopor, membacakan juara 1 sampai 3 pada masing-masing bidang. Pada bidang pendidikan juara 1, 2, 3 berturut-turut adalah Tri Astutik, Muthi’ah dan Yudan Hermawan. Bidang sosial budaya dan pariwisata juara 1 diraih oleh Albertus Juang Perkasa dan Niken. Bidang pengelolaan sumber daya alam juara 1, 2, 3 beturut-turut yaitu Ganef Dwi Yudono, Antanti Gina dan Dwi Kurnianto. Pada bidang pangan juara 1, 2, 3 yaitu  Agus Satriawan, Rahmad Bayu Setyawan dan Agus Setyawan. Sedangkan pada bidang komunikasi dan informasi juara 1, 2 dan 3 yaitu Heri Sulistyo, Aris Budiyono dan Rinny Setyawati.

Agus Mantara selaku panitia penyelenggara mengungkapkan, banyak para pemuda Gunungkidul yang mempunyai jiwa enterpreneur yang dapat digali seperti halnya para pemuda yang mengikuti seleksi pemuda pelopor ini.

Agus berharap para juara 1 yang terpilih dapat meningkatkan kepeloporannya untuk mempersiapkan diri maju mewakili Gunungkidul untuk maju ke tingkat Daerah Istimewa Yogyakarta. “Semoga 5 pemuda yang maju ke tingkat DIY dapat lolos ke tingkat nasional dan membawa nama baik Gunungkidul dan mampu meningkatkan kepeloporannya bagi masyarakat,” ungkapnya.

Acara ini juga dihadiri oleh purna pemuda pelopor Gunungkidul yang meraih juara nasional. Dalam kesempatan ini mereka berbagi ilmu dan pengalaman dalam berjuang untuk menjadi pemuda pelopor nasional serta memberikan motivasi kepada para peserta yang mengikuti seleksi. (Mutiya/Hfs)

Komentar

Komentar