“Jika ada perasaan yang mengganjal khususnya untuk urusan pekerjaan, kami harus selalu menyampaikan. Kemudian semua sepakat mencari solusi bersama. Itu kunciya,” tandas Mariyo.
Mereka juga menyepakati, satu sama lain harus membuka diri untuk siap dikritik dan tanpa canggung menyampaikan kritik.
Ditanya adanya persaingan bisnis sejenis yang semakin ketat, mereka mengaku berupaya selalu memenuhi permintaan pasar. Meremajakan alat kerja pada kurun waktu tertentu serta mengasah dan menambah kemampuan pada bidang tersebut selalu dilakukan.
“Jasa dokumentasi ada beberapa paket, untuk kelas biasa dan menengah ke atas kami sediakan. Mulai dari paket Rp. 3,5 juta hingga Rp. 5 juta perhari,” rinci Mariyo.
Selain jasa dokumentasi Kreasi Productions juga melayani cetak undangan dan pernak pernik souvenir pernikahan.
Pasang surut sebuah wirausaha merupakan hal yang wajar. Jika sedang banyak permintaan terkadang mereka mencari tenaga tambahan. Agar tidak kesulitan mencari tenaga freelance mereka juga mengajak dan memberdayakan beberapa pemuda sekitar untuk turut belajar pada dunia fotografi. Sehingga sewaktu-waktu dibutuhkan mereka akan memanfaatkan kemampuan pemuda yang tinggal di sekitar studio Kreasi Productions.
“Jika sedang musim hajatan, puluhan job kami terima tiap bulan. Tapi jika bulan puasa dan bulan sura kami seolah libur,” tukas Mariyo. (Kandar)







