Korban Longsor Gedangsari Berharap Rumahnya Direlokasi

oleh -
kadhung tresno

Korban Tanah Longsor

GEDANGSARI, (KH) — Curah hujan yang cukup tinggi membuat sejumlah tempat di Kecamatan Gedangsari rawan tanah longsor. Beberapa kasus longsor sudah terjadi pada awal tahun 2015 ini.

Bencana alam tanah longsor menjadi momok yang paling ditakutkan warga Gedangsari setiap musim penghujan. Pasalnya kondisi kontur tanah di kawasan ini memang rawan longsor setiap musim penghujan.

Keberadaan pemukiman yang berada di lereng pegunungan dengan kemiringan yang curam menjadi faktor utama longsor yang dapat mengancam kehidupan warga setempat. Seperti yang dialami keluarga Marsudi pada hari Rabu (14/01/2015) lalu saat rumahnya diterjang longsor yang membuat bagian belakang dari rumah tersebut mengalami kerusakan cukup parah.

Sumiyem istri Marsudi mengaku tidak tenang ketika harus bertempat tinggal di daerah rawan bencana. Ditambah bahaya longsor juga bisa mengancam nyawa keluarga dan empat anakanya yang masih kecil.

“Jika disediakan lokasi untuk pindah rumah kami bersedia untuk pindah,” katanya Kamis (22/01/2015).

Ia berharap, pemerintah dapat membantu agar ia beserta keluarganya terhindar dari ancaman tanah longsor. Tanah yang ditempati keluarga Marsudi merupakan satu-satunya tanah yang dimiliki keluarga tersebut. “Untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari saja amat sulit, dan kami tidak mampu jika harus membeli tanah,” paparnya.

Sementara, Camat Gedangsari M Setiawan Indriyanto mengatakan, untuk mencegah timbulnya kerusakan rumah bahkan korban jiwa, maka jajaran perangkat desa dan perangkat Kecamatan Gedangsari sudah menghimbau kepada warga yang tinggal di daerah rawan untuk pindah ketempat yang lebih aman. Ia berjanji akan bekerja keras untuk mencarikan bantuan jika memang warga bersedia untuk dipindahkan.

“Kepada warga yang mau untuk dipindahkan kami siap membantu tentunya kami mengutamakan keselamatan warga. Tetapi sebagian warga enggan pindah dengan berbagai alasan,” tandasnya. (Atmaja).

Komentar

Komentar