Komunitas 1000 Guru Kunjungi SD MI Wonosobo Tanjungsari

oleh -
Kegiatan para murid dengan komunitas 1000 guru. Foto: KH/Dwianjani
iklan dispar
Kegiatan para murid dengan komunitas 1000 guru. Foto: KH/Dwianjani
Kegiatan para murid dengan komunitas 1000 guru. Foto: KH/Dwianjani

TANJUNGSARI,(KH) — Belasan orang yang memiliki latar belakang dari berbagai profesi yang tergabung dalam gerakan 1000 Guru, hari ini mendatangi MI Wonosobo, Tanjungsari. Kedatangan mereka untuk memperhatikan pendidikan di beberapa wilayah yang dianggap fasilitas penunjang pendidikannya masih dikesampingkan.

Belasan pemuda dan pemudi nampak riang mengajar para murid dari kelas 1 hingga kelas VI. Mereka mencoba menggali potensi para murid dan mendorong apa yang dicita-citakan mereka. Mereka juga membagikan sejumlah alat tulis dan perlengkapan untuk ruang kelas yang sebagian sudah rusak.

Menurut Sandi, salah seorang volunter, anak-anak di pedalaman (pedesaan) memerlukan perhatian lebih, terutama masalah pendidikan. “Karena masa depan mereka, bagi saya berawal dari pendidikan. Apa artinya hidup tanpa pendidikan?. Semua perlu dan semua berhak mendapatkan pendidikan,” ucapnya

Senada, Erwin, salah seorang volunter lainnya, menambahkan, mengajar di pedalaman (pedesaan) dengan anak berkarakteristik berbeda, menjadi sebuah tantangan. Terlebih dengan profesi sebagai guru, tentu menginginkan pendidikan yang merata bagi semua anak tanpa terkecuali.

“Mereka juga butuh perhatian. Sebetulnya, kemampuan mereka tidak berbeda jauh dengan murid sekolah di kota, hanya butuh digali saja,” imbuhnya. (Maria Dwianjani)

Komentar

Komentar