KKN UMBY Gelar Penyuluhan dan Terapi Kesehatan Mental Bagi Warga Tepus

oleh -
Umby
Foto bersama antara mahasiswa UMBY dan peserta penyuluhan dannterapi kesehatan mental. (KH)
iklan golkar idup fitri

TEPUS, (KH),— Pandemi COVID-19 tak hanya berdampak pada kesehatan fisik semata. Berbagai pembatasan yang menghambat berbagai kegiatan sosial ekonomi juga sangat berisiko mengakibatkan ganguan mental dan emosional masyarakat. Hal tersebut menjadi salah satu alasan mahasiswa KKN Program Pemberdayaan Masyarakat (PPM) Unibersitas Mercu Buana Yogyakarta (UMBY) Angkatan 40, kelompok 53 menggelar Penyuluhan dan Terapi Kesehatan Mental bagi warga Kalurahan Tepus, Sabtu (12/2/2022).

Ketua kelompok KKN, Fahrudin Febriyanto berharap penyuluhan kesehatan mental dapat memberikan wawasan dan pengetahuan bagi peserta sosialisasi terkait aspek kesehatan mental. Lebih-lebih dengan belum berakhirnya Pandemi COVID-19 seperti sekarang ini, penyuluhan dan terapi dinilai penting diberikan.

Penyuluhan terlaksana bekerjasama dengan pengelola Desa Wisata Tepus. Adapun pesertanya, selain anggota atau pengurus desa wisata, juga diikuti oleh karangtaruna serta warga.

Agenda penyuluhan yang mendapat arahan dan dampingan dari Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Didiet Heru Swasono ini menghadirkan pemateri Dosen Fakultas Psikologi UMBY, Noviar Rahmad Rizki.

“Masyarakat atau peserta diharapkan mengetahui bagaimana upaya menjaga kesehatan mentalnya. Termasuk memahami gejala gangguan mental secara dini yang berisiko dialami baik oleh diri peserta maupun orang-orang terdekatnya. Sehingga tindakan penanggulangan dapat segera diambil,” terang Fahrudin disela kegiatam di balai kalurahan setempat.

Dalam paparan, Noviar Rahmad Rizki menyampaikan seputar pentingnya seseorang menjaga kesehatan mental dan fisik.

“Kesadaran terhadap kesehatan mental sangat penting, sama halnya dengan kesadaran terhadap kesehatan fisik kita. Sama-sama perlu dirawat,” katanya

Dia mengungkapkan, hal yang sering disalahpahami oleh masyarakat tentang kesehatan mental yakni tiap kali mendengar kalimat gangguan jiwa, banyak yang cenderung mempersempit pengertian, bahwa gangguan jiwa hanya sebatas Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) yang berat atau psikotik saja.

Sehingga, sambung dia, masyarakat sering mengabaikan gangguan mental yang dialami.

“Baiknya tidak terlalu gegabah melakukan self diagnostic juga. Kalau kesehatan mental terganggu datanglah ke profesional terkait, misalnya psikolog atau psikiater,” imbau Noviar.

Persoalan kesehatan mental di masyarakat timbul atau tidak tertangani maksimal, umumnya karena selain kurangnya pengetahuan dan kesadaran masyarakat sendiri, masih kurangnya pula layanan dari pemerintah.

“Ada daerah-daerah yang tidak tersedia psikolog dengan jumlah memadai,” imbuh dia.

Tak hanya penyuluhan seputar kesehatan jiwa, Fahrudin dan kawan-kawannya selama 1 bulan masa KKN juga memberikan sosialisasi vaksinasi, manajemen tata kelola desa wisata serta pelatihan pembuatan olahan pangan lokal.

Ketua Desa Wisata Tepus, Suheri mengakui segenap kegiatan yang diselenggarakan mahasiswa KKN UMBY cukup bermanfaat. Pihaknya mengajak anggota pengurus desa wisata serta peserta lain yang mengikuti sejumlah kegiatan untuk mempraktekkan hasil pelatihan yang diperoleh.

“Untuk pengetahuan seputar kesehatan jiwa tergolong sangat baru. Seluruh materi sangat penting, hendaknya juga disebar atau dibagi minimal ke lingkungan keluarga,” harap Heri. (Kandar)

Berbagi artikel melalui:

Komentar

Komentar