Ketua Umum Kiai Muda Indonesia Sesalkan Provokasi dan Pembakaran Keris Indonesia

oleh -
Tindakan provokasi terhadap Keris Indonesia yang telah diakui oleh UNESCO. foto: doc. Unggul Sudrajat.
kadhung tresno
Tindakan provokasi terhadap Keris Indonesia yang telah diakui oleh UNESCO. foto: doc. Unggul Sudrajat.
Tindakan provokasi terhadap Keris Indonesia. Keris merupakan warisan  yang telah diakui oleh UNESCO. foto: doc. Unggul Sudrajat.

(KH)— Jejaring sosial Facebook beberapa hari ini dihebohkan oleh pernyataan akun Perdana Akhmad Lakoni yang bernada provokatif dan telah memancing berbagai reaksi para pelestari budaya khususnya Keris Indonesia. Salah satu kehebohan itu dimulai pada tanggal 2 Oktober 2016, Perdana Akhmad Lakoni melalui akun facebooknya menuliskan “Kemusyrikan pada 1 syuro terjadi dimana semua benda keramat dijamas dan diagungkan juga dikeramatkan. Banyak juga ritual pengisian ilmu kesaktian dan ilmu ghoib semuanya syirik. Wajib dihinakan dan dimusnahkan” dengan menyertakan beberapa foto yang memperlihatkan aksinya menginjak-injak dan membakar keris. Hal itu disesalkan oleh ketua umum kyai muda Indonesia, Gus Wahyu NH Aly.

“Keris itu budaya Nusantara yang harus dilestarikan. Para ulama, khususnya Wali Songo saja menyebarkan Islam di tanah Jawa dengan menunjukkan perilaku baik, tanpa mencederai agama dan tradisi lokal yang sudah berkembang kala itu. Sunan Kalijaga bahkan menciptakan keris Kyai Carubuk yang menjadi media dakwah Islam. Sunan Giri dengan keris Kala Munyeng. Penyebaran Islam yang baik dan tetap menghormati tradisi justru semakin menunjukkan kebesaran dan keagungan islam.Islam itu lahir dari kesantunan. Mengajak orang menuju kebaikan juga harus dengan cara yang baik. Perilaku memprovokasi orang dan menjelek-jelekkan benda budaya itu jelas bukan  perilaku Islami. Pada titik ini, budaya dan agama haruslah saling melengkapi dan mendukung satu dan lainnya.” Ujar cucu KH Abdullah Siradj Aly ini saat dihubungi di Jakarta, Rabu (12/10/2016) lalu.

Senada dengan Gus Wahyu, Unggul Sudrajat, Peneliti Sejarah dan Budaya, Balitbang, Kemendikbud juga menyanyangkan perihal tersebut. Warga asal Baran, Kecamatan Rongkop, Gunungkidul ini mengatakan, Keris Indonesia telah diakui oleh UNESCO pada tanggal 25 November 2005 sebagai Karya Agung Warisan Takbenda Kemanusiaan milik seluruh bangsa di dunia.

“Apa yang telah dilakukan oleh Perdana Akhmad Lakoni merupakan kegiatan kontraproduktif dari kegiatan pelestarian budaya yang selama ini telah diperjuangkan bersama-sama oleh para pemangku kepentingan budaya Indonesia, terutama pemerintah (Kemdikbud) dan organisasi-organisasi pelestari budaya khususnya Keris serta elemen masyarakat lainnya. Di saat dunia mengakui dan mendorong agar Keris Indonesia dilestarikan, malah ini ada orang yang membakar keris, kan aneh!” Jelas Unggul ketika dihubungi saat berada di galeri antiknya,  Galeri Omah Nara.

Serikat Nasional Pelestari Tosan Aji Nusantara (SENAPATI Nusantara) sebagai wadah komunikasi seluruh masyarakat tosan aji Indonesia mengutuk keras atas tindakan provokasi dan pembakaran Keris yang dilakukan oleh Perdana Akhmad Lakoni dalam postingan di akun Facebooknya. SENAPATI Nusantara sudah menggalang dukungan petisi nasional di situs change.org dan hingga hari ini sudah sekitar 1440 orang yang menandatangi petisi ini.

“Kami mengutuk keras upaya pemusnahan dan provokasi yang dilakukan oleh saudara Perdana Akhmad Lakoni dalam postingan di akun Facebooknya. Melihat keris harus utuh, tidak dapat hanya melihat dari perspektif agama saja. Artinya, aspek budaya harus dilihat. Jika memang soal perilaku yang dianggap menyimpang dari ajaran islam, maka cara berfikirnya yang harus diubah, bukan lantas merusak bendanya. Perilaku pembakaran dan provokasi tersebut bukan mencerminkan perilaku islami, namun justru mencerminkan perilaku tidak berbudaya!”.Tegas ketua harian SENAPATI Nusantara, MM. Hidayat.

Upaya mengkonfirmasi dan memberikan penjelasan mengenai Keris Indonesia kepada yang bersangkutan sudah diupayakan oleh SENAPATI Nusantara, baik melalui sambungan telepon maupun melalui akun media sosialnya. Namun yang bersangkutan tidak menanggapinya dan justru malah semakin melakukan provokasi.

“Kami prihatin dengan cara-cara yang dilakukan oleh Perdana Akhmad Lakoni. Sebagai muslim saya kira bukan seperti itu cara mengajak orang. Provokasi dan tindakan menjelek-jelekkan pelestari keris justru akan semakin menjauhkan orang dari nilai keislaman. Kami khawatir apa yang telah dilakukan oleh Perdana Akhmad Lakoni terhadap Keris Indonesia saat ini mungkin saja juga akan terjadi terhadap karya agung bangsa Indonesia lainnya, seperti candi, seni tari, wayang, seni batik, ritual upacara tradisional dengan mendasarkan pada pemahaman yang salah mengenai budaya yang sarat akan filosofi. Untuk itu, kami meminta Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan melalui Dirjen Kebudayaan, Kementerian Komunikasi dan Kepolisian Republik Indonesia untuk melakukan tindakan tegas terhadap Perdana Akhmad Lakoni yang telah meresahkan masyarakat Indonesia.” Pungkas MM Hidayat. (Kandar)

Komentar

Komentar