Kegiatan JBM Desa Girisekar Wakili Gunungkidul Maju Lomba Tingkat DIY

oleh -
Suradiyanto S.Pd.MM Ketua JBM Desa Girisekar, Panggang. KH/ Ronggo.
iklan dispar
Suradiyanto S.Pd.MM Ketua JBM Desa Girisekar, Panggang. KH/ Ronggo.

PANGGANG, (KH)— Pelaksanaan kegiatan Jam Belajar Masyarakat (JBM) di Desa Girisekar Kecamatan Panggang patut mendapat apresiasi. Tokoh Desa Girisekar memprakarsai penyelenggaraan JBM agar benar-benar membawa dampak positif. Tak sebatas capaian agar bermanfaat sebagai penunjang prestasi belajar pelajar setempat, tetapi memiliki tujuan jangka panjang membentuk generasi yang berjiwa disiplin dan berdedikasi.

Suradiyanto ketua pemrakarsa JBM Desa Girisekar, menyampaikan, serangkaian kegiatan yang dilaksanakan sebelumnya membuatnya memperoleh juara terbaik tingkat kabupaten, sehingga mendapat kepercayaan untuk mewakili Gunungkidul maju lomba ditingkat DIY.

“Serangkaian kegiatan yang terselenggara tidak hanya sebatas demi menghadapi lomba saja. Akan tetapi memang melanjutkan komitmen para tokoh masyarakat Desa Girisekar yang dimulai sejak beberapa puluh tahun lalu untuk menanamkan jiwa mandiri, berkarakter, inovatif dan kreatif kepada generasi penerus,” katanya, Sabtu, (18/2/2017).

Kepala Desa Girisekar, Sutarpan menyebutkan, pelaksanaan lomba diperkirakan pada bulan Juli mendatang. “Berbagai upaya telah dilakukan, proses demi proses dijalani untuk menghadapi lomba tersebut, dukungan masyarakat sangat besar dalam kegiatan ini,” jelasnya.

Lebih jauh disampaikan, dukungan penyelenggaraan JBM tidak lepas dari peran karangtaruna desa. Karang taruna atau pemuda memiliki peran sentral terselenggaranya JBM, serta menjadi penggerak kepatuhan masyarakat terhadap kesepakatan yang dijalankan.

Terpisah, Ketua Karangtaruna Desa Girisekar, Warjono mengaku begitu bersemangat memberikan dukungan atas program kegiatan yang berjalan. Beberapa hal yang dilakukan salah satunya dengan membuat kenthongan bambu.

“Dari proses mencari bahan, mendesain sampai pengecatan, teman-teman karangtaruna yang bekerja. Kenthongan bambu berjumlah 75 buah sesuai dengan jumlah RT di wilayah Desa Girisekar,“ terangnya.

Mengenai pemanfaatan Kenthongan, dipaparkan, setiap RT mendapatkan 1 buah kenthongan yang akan dipasang disetiap rumah ketua RT. Dimana tiap ketua RT memiliki tanggung jawab untuk membunyikannya.

“Bunyi kenthongan sebagai tanda mulai dan berakhirinya JBM di Desa Girisekar sebagaimana yang telah disepakati. Waktu tersebut dimulai dari jam 18.30 hingga 20.30 WIB, semua warga diharapkan tidak menghidupkan TV, Radio, atau Tape pada rentang waktu tersebut ,” paparnya. (Ronggo)

Komentar

Komentar