Kecamatan Saptosari Gabungkan Seni Budaya dalam Pengembangan Wisata

oleh -
Pengembangan seni budata lokal di Kecamatan Saptosari. Foto: Atmaja.
iklan dispar
Pengembangan seni budata lokal di Kecamatan Saptosari. Foto: Atmaja.
Pengembangan seni budata lokal di Kecamatan Saptosari. Foto: Atmaja.

SAPTOSARI,(KH) — Dalam rangka program pengembangan nilai budaya, Kecamatan Saptosari mengadakan pergelaran Pengembangan Desa Budaya dan Kantong Budaya di Desa Planjan. Sabtu,(28/03/2015).

Pengembangan seni dan budaya lokal menjadi salah satu fokus utama Kecamatan Saptosari. Sebanyak 7 jenis kesenian lokal yang terdapat di 14 padukuhan Desa Planjan tampil dalam pagelaran tersebut.

“Seni dan budaya terus dikembangkan dan dijaga di Desa Planjan. Terdapat kesenian Jatil, Karawitan, Wayang Orang yang ada di Desa Planjan,” ucap Plt Kades Planjan Subariman.

Ia menambahkan, Perangkat Desa Planjan bekerjasama dengan SDN Planjan untuk pengembangan seni budaya di sekolah. “Pengembangan tersebut dengan membuat kelompok karawitan siswa SDN Planjan,” imbuhnya.

Camat Saptosari Jarot HA mengatakan, seni dan budaya tidak boleh dilupakan. Bagaimanapun, seni dan budaya di setiap daerah merupakan ciri khas tersendiri yang terdapat di masing-masing desa.

Ia menambahkan, Kecamatan Saptosari telah menyusun program menggabungkan kegiatan seni dan budaya untuk pengembangan destinasi wisata yang ada di Kecamatan Saptosari. Jika dikemas dengan baik, menurutnya, seni dan budaya dapat dijadikan sebagai alternatif wisata.

“Kedepan seni dan budaya yang ada di Kecamatan Saptosari akan dijadikan satu paket pada beberapa destinasi yang ada di Kecamatan Saptosari. Jadi, wisatawan tidak hanya dapat menikmati keindahan alam atau sebuah wahana, melainkan dapat mengerti seni dan budaya di Kecamatan Saptosari,” jelas Jarot.

Ia berharap, seluruh Perangkat Desa tetap aktif dan peduli dalam mengembangkan seni dan budaya di masing-masing desa. “Kecamatan Saptosari mempunyai 1 Desa Budaya dan 3 Desa Kantong Budaya,” pungkasnya. (Atmaja).

Komentar

Komentar