Karawitan Wredha Budaya PWRI Rongkop Pentas di Joglo Gadungsari

oleh -
iklan dispar

WONOSARI,(KH).– Seni Karawitan Wredo Budoyo Persatuan Wredotomo Republik Indonesia (PWRI) kecamatan Rongkop, Senin malam Selasa Kliwon (27/10/2014) tampil pada Klenengan Malam Selasa Kliwon di Joglo Gadungsari Wonosari milik H Subardi. Acara rutin nguri-uri karawitan di Gunungkidul disiarkan lewat salah satu radio swasta yang ada di Gunungkidul.
Menurut Sukoco, pihak yang menangani kegiatan ini, acara Klenengan Malam Selasa Kliwon diselenggarakan tiap selapan hari di Joglo Gadungsari Wonosari, dengan mengambil hari Senin malam Selasa Kliwon. Group penyaji karawitan dilakukan secara bergantian, guna memberikan kesempatan group karawitan se-Gunungkidul,
Pada malam Selasa Kliwon (27/10), tampil group Karawitan Wredha Budaya PWRI Kecamatan Rongkop. Ada sekitar 50 personil yang terlibat, termasuk waranggana dan wiraswara. Menurut Timbul Suroyo, sesepuh Karawitan Wredha Budaya, kelompoknya menampilkan waranggana Nyi Mukiyati, Ny Kam Umul, Ny Kaminem dibantu teman-temannya, sedang wiraswaranya ada 8 orang. Karawitan Wredha Budaya beranggotakan pengrawit laki-laki dan perempuan, yang mayoritas pensiunan (wredhatama) di Kecamatan Rongkop.
Timbul Suroyo menyampaikan terima kasih kepada H Subardi, yang telah memberikan kesempatan grup karawitannya tampil di Klenengan Nyamleng, bertempat di Joglo Gadungsari Wonosari. Acara tersebut juga diselengi Kiriman Pendengar Radio Handayani Wonosari lewat penyiarnya Subardi.
Kendati pengrawitnya sudah lanjut usia, ternyata kelompok ini masih bersemangatsemangat, mampu menciptakan gendhing-gendhing yang rancak.  Dalam pentas tersebut, ada 12 gendhing yang didendangkan, yaitu: Ladrang Semar Mantu Slendro Manyura, Sri Slamet Slendro Pelog dilanjutkan Ketawang Puspowarno, Ladrang Dirgahayu Slemdro Manyura jatuh Ketawang Pamuji ladrang Dolan Neng Jogja, Ladrang Sriwidodo PelogBarang jatuh Ladrang Andhe-adhe Lumut pelog barang. Acara klenengan ini diakhiri dengan gendhing Kutut Manggung.Sukoco menuturkan, acara klenengan ini banyak peminatnya, pihaknya sampai kewalahan menerima permintaan, karena keterbatasan waktu hanya tiap selapan hari (Selasa Kliwon). Selanjutnya, bulan Desember yang akan tampil adalah Karawitan ibu-ibu Bogor Playen, bulan Januari Karawitan Candirejo Semin, dan Februari Karawitan Mudha Laras Karangtengah Wonosari. (Sarwo/Bara).

Komentar

Komentar