Pranata Mangsa Jawa Menghadapi Musim Hujan

oleh -
iklan dispar

Penulis: Sumaryanto

KABARHANDAYANI, — Sebagian besar petani di Gunungkidul sejak dahulu memiliki acuan atau patokan tersendiri dalam menentukkan masa tanam yang tepat. Pada akhir musim kemarau atau memasuki awal musim penghujan, petani mulai menggunakan ilmu pranata mangsa ini dalam memulai aktivitasnya di ladang.

Dalam hitungan pranata mangsa Jawa, akhir Oktober ini berada pada mangsa kalima. Meski masih jarang, pada masa ini hujan mulai turun di beberapa wilayah. Awal mangsa kalima, dalam dalam tahun Masehi dimulai sekitar pertengahan Oktober.

Menurut Suwardi Endraswara dalam bukunya berjudul “Budaya Jawa, Mutiara Adiluhung Orang Jawa”, beberapa tanda alam yang lain saat memasuki mangsa kelima adalah mulai tumbuhnya daun asem muda serta munculnya berbagai ulat. Dalam istilah Jawa, masa ini disebut pancuran emas sumawur ing jagad.

Suhu atau pada musim ini terasa mulai gerah. Namun para petani justru lebih rajin ke ladang untuk mempersiapkan lahan guna menghadapi musim penghujan. Bahkan petani ada yang telah menebar gabah jenis gaga atau jenis yang lain pada masa modern ini.

Memasuki sekitar pertengahan bulan Nopember, masa telah berganti ke mangsa kanem. Beberapa tanda alam yang mulai nampak adalah banyaknya pepohonan seperti durian, rambutan, dan manggis yang mulai berbuah. Tanda lain yang muncul, yaitu adanya burung blibis yang mulai hinggap di tempat-tempat berair.

Pada masa kanem, petani sudah hampir bisa memastikan hujan akan berlangsung terus menerus sehingga benih pertanian selain padi mulai ditanam. Masa kanem dalam istilah Jawa disebut dengan masa rasa mulya kasucian.

Acuan pranata mangsa ini, meski tidak selamanya tepat namun telah lama dipergunakan oleh para petani sejak jaman dahulu. Bila terjadi pergeseran awal musim hujan, biasanya petani menyebutnya dengan istilah salah mangsa.

Suwardi juga menjelaskan, ilmu pranata mangsa pertama kali diajarkan oleh Pakubuwono VII pada tahun 1856. Perhitungan pranata mangsa yang pertama dimulai pada tanggal 22 Juni 1856.

Perhitungan pranata mangsa Jawa jumlahya ada 12, dan dimulai pada mangsa yang pertama pada tanggal 22 Juni di setiap tahunnya. Berikut urutan mangsa pada perhitungan pranata mangsa Jawa: kasa, karo, katiga, kapat, kalima, kanem, kapitu, kawolu, kasanga, kasepuluh, desta, dan sadha.

Penulis adalah reporter Kabarhandayani.

Komentar

Komentar