Kapolda: Jangan Terkecoh Tawaran Masuk Polri Dengan Membayar

oleh -
Pembukaan diklat atau pembinaan Tunas Unggul Handayani oleh Kapolda DIY. foto: Istimewa.
iklan dispar
Pembukaan diklat atau pembinaan Tunas Unggul Handayani oleh Kapolda DIY. foto: Istimewa.

WONOSARI, (KH),– 40 Pemuda ‘Tunas Unggul Handayani’ mengikuti pembukaan dikloat atau pembinaan sebagai persiapan masuk menjadi anggota POLRI, Senin, (30/10/2017). Kegiatan pembinaan dibuka oleh Kapolda DIY, Brigjen Pol Drs Ahmad Dofiri, M.Si di Wonosari, Gunungkidul.

Dalam kesempatan tersebut Kapolda menyampaikan apresiasi kepada Pemkab Gunungkidul atas gerak cepatnya melakukan seleksi pemuda calon anggota POLRI. Menurutnya, MoU dengan Pemkab Gunungkidul terkait seleksi pemuda yang diberi wadah ‘Tunas Unggul Handayani’ ini akan dijadikan percontohan.

Sebagaimana diketahui, POLDA DIY dan Pemkab Gunungkidul telah sepakat melakukan seleksi 40 pemuda yang disiapkan untuk mengikuti pendaftaran masuk POLRI 2018 mendatang.

“Kerjasama ini akan dijadikan percontohan karena memang yang pertama kali. Alam Gunungkidul yang luar biasa ini semoga melahirkan calon anggota POLRI yang hebat pula,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut pihaknya juga menyampaikan himbauan agar masyarakat tidak percaya kepada oknum yang menawarkan dapat memasukkan seseorang menjadi anggota POLRI dengan syarat membayar sejumlah uang.

“Untuk menjadi anggota Polisi haruslah melalui tahapan tes yang cukup sulit. Jangan percaya terhadap iming-iming masuk POLRI dengan menyuap. Calon POLRI dari daerah pinggiran kelak akan menjadi Polisi di daerahnya masing-masing sehingga diharapkan lebih mengetahui karakteristik wilayahnya,” paparnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda Dan Olahraga Gunungkidul, Bahron Rosyid mengungkapkan, dalam seleksi yang dilakukan sebelumnya ada sebanyak 167 pendaftar.

“Sesuai kesepakatan sudah terpilih 40 pemuda yang terdiri dari 28 laki-laki dan 12 perempuan. Diharapkan pembinaan dalam beberapa bulan kedepan akan mematangkan fisik dan mental mereka,” harap Bahron. (Kandar)

Komentar

Komentar