Kabar baik, 2 Shelter COVID-19 di Gunungkidul Kosong

oleh -
wanagama
Wisma Wanagama yang dijadikan shelter penyintas COVID-19 sudah kosong. (KH/ Kandar)

GUNUNGKIDUL, (KH),– Kasus COVID-19 di Gunungkidul turun signifikan. Hal tersebut membuat shelter tempat isolasi dan perawatan penyintas COVID-19 dinonaktifkan.

Ada dua shelter isolasi penyintas COVID-19 yang tak lagi digunakan, yakni Shelter di Wisma Wanagama di Kalurahan Banaran, Playen dan shelter di Kalurahan Petir, Kapanewon Rongkop, Gunungkidul.

“Shelter di kalurahan Petir sudah lebih dari satu bulan tidak digunakan. Sementara untuk Wanagama sejak 18 September sudah kosong,” kata Kepala Seksi Perlindungan Jaminan Sosial, Dinas Sosial Gunungkidul, Suyatin kemarin.

Dia berharap tidak ada lagi lonjakan kasus COVID-19. Namun demikian, jika hal tersebut terjadi dua shelter itu bisa difungsikan kembali.

“Puncak keterisian dua shelter terjadi pada Bulan Agustus lalu. Di shelter Wanagama sempat ada puluhan yang menjalani isolasi. Sedangkan di shelter Kalurahan Petir hanya beberapa saja,” imbuh Suyatin.

Meski demikian, Kepala Dinas Kesehatan Gunungkidul, Dewi Irawaty menghimbau kepada masyarakat untuk tetap menjaga Protokol Kesehatan (prokes) dalam setiap aktivitas. Masyarakat diminta turut menjaga agar tidak terjadi lagi lonjakan penularan.

“Kasus dalam perawatan saat ini tinggal 106. Untuk yang isolasi di RSUD Wonosari ada 10 pasien,” kata dia berdasar pembaharuan data.

Pihaknya menambahkan, seiring dengan menurunnya kasus, capaian vaksinasi di Gunungkidul cukup tinggi. Untuk dosis 1, sejak seminggu lalu sudah di atas 72 persen. Sementara itu dosis ke 2 hampir 28 persen.

“Ketimpangan capaian antara dosis 1 dan 2 lantaran prosedur pemberian dari setiap jenis vaksin memang berbeda. Ada yang berjarak 14 hari ada yang 2 hingga 3 bulan,” tukas Dewi. (Kandar)

Berbagi artikel melalui:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Komentar

Komentar