Jumlah Wisatawan Goa Pindul Perhari Harus Dibatasi

oleh -
iklan dispar

WONOSARI,kabarhandayani.– Tingkat kunjungan wisatawan di Goa Pindul, Bejiharjo, Karangmojo harus dibatasi pada masa mendatang. Bila tidak, alam dan ekosistem Goa Pindul akan rusak. Begitulah yang dikatakan salah satu wisatawan asal Kuta, Bali, seusai menikmati Cave Tubing di Goa Pindul, Minggu (1/6/2014).

“Pembatasan ini guna menjaga keutuhan goa dan menjaga ekosistem yang hidup di dalamya, sangat kita sayangkan Goa Pindul yang sangat indah ini akan rusak karena perlakuan manusia,” kata wisatawan asal Bali Moh Efendi.

Efendi mengambil contoh Kamboja, frekuensi kunjungan ke Negeri Gajah itu begitu masif. Hingga akhirnnya objek wisata di sana mati karena eksploitasi berlebihan. Dan, menurut dia, kawasan Goa Pindul seharusnya dijaga ekslusivitasnya. “Pemerintah harusnya dapat mengendalikan frekuensi kunjungan ke Goa Pindul dengan memberlakukan kuota kunjungan,” ujar Efendi didampingi Gigal andika Giantoba dan Erna Ambarsari wisatawan yang ketiganya berasal dari Kuta, Bali.

Terpisah Hari Sukmono, Kepala Bidang Pengembangan Produk Wisata, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Gununkidul menyatakan saat ini pihaknya tengah mengurus Dokumen Analisis mengenai dampak Lingkungan. Amdal tersebut nantinya akan digunakan sebagai acuan pengendalian kegiatan apapun yang ada di kawasan Goa Pindul.

“Jika analisis mengenai dampak lingkungan sudah keluar kita akan segera terapkan pembatasan jumlah wisata, karena kajian dari amdal tersebut yang akan menjadi pedoman kita untuk mendukung pembatasan daya tampung dan daya dukung guna menjaga ekosistem yang ada,” papar Hari. (Juju/Hfs)

Komentar

Komentar